Iran Vs Amerika Memanas
Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal, Trump dan Netanyahu Jadi Biang Kerok
Gencatan senjata antara Iran dan AS terancam batal. Sikap dari Trump dan serangan Israel ke Lebanon jadi biang keroknya. Iran tak terima.
Ringkasan Berita:
- Gencatan senjata Iran dan AS terancam batal karena serangan Israel ke Lebanon. IRGC menyatakan tidak terima atas serangan Zionis tersebut.
- IRGC memperingatkan Israel akan melakukan serangan balasan.
- Sementara, AS dianggap telah melanggar 3 dari 10 poin kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui.
- Salah satunya poin yang dilanggar oleh AS adalah ketika Trump menyatakan Lebanon bukanlah bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
TRIBUNNEWS.COM - Gencatan senjata selama dua pekan yang telah disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat (AS) terancam batal.
Adapun hal ini akibat Iran tidak terima atas serangan Israel ke Lebanon.
Garda Revolusi Islam Iran (IGRC) telah memperingatkan akan membalas serangan Zionis ke Lebanon jika tidak dihentikan.
Selain itu, IGRC juga mengecam AS karena tidak memperingatkan sekutunya tersebut.
Bahkan, AS dianggap telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Iran buntut serangan Israel ke Lebanon.
"Kami mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat, yang melanggar perjanjian dan kepada sekutunya Zionis, algojonya: jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak berhenti, kami akan memenuhi kewajiban kami dan memberikan balasan," ujar IRGC dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: AS-Israel dan Iran Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata, Pakistan Turun Tangan
Dikutip dari Aljazeera, serangan Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026) dilaporkan telah menewaskan 182 orang dan membuat 837 lainnya luka-luka.
Perdana Menteri (PM) Lebanon, Nawan Salam sampai mengumumkan masa berkabung nasional imbas dari serangan Zionis tersebut.
"Hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tak berdaya," kata Salam.
Kecaman serupa juga disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Dilansir CBS News, Ghalibar, yang juga merupakan tokoh kunci dalam negosiasi gencatan senjata antara Iran dan AS itu, mengatakan ada tiga dari 10 poin yang dilanggar Washington untuk mengakhiri perang dengan Tehran.
Dalam pernyataan di media sosial miliknya, Ghalibar menyampaikan tiga poin syarat yang dilanggar oleh AS yakni tetap berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon, dugaan penyusupan drone ke wilayah udara Iran setelah gencatan senjata berlaku, serta pernyataan Trump yang tetap tidak menerima pengayaan nuklir Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyatakan bahwa Trump seakan tidak menghormati poin perjanjian gencatan senjata yang ditawarkan Iran.
Di mana Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tidak mencakup Lebanon.
"Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola kini ada di pihak AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan menepati komitmennya," ujarnya dalam postingan di akun X pribadinya.
Baca juga: 90 Menit Menegangkan Jelang Gencatan Senjata, Ternyata China yang Jadi Penentu Damai Amerika-Iran
Netanyahu: Gencatan Senjata AS dan Iran Bukan 'Akhir'