Krisis Rohingya Tamparan bagi ASEAN

AIPA terus berkomitmen untuk menyelesaikan krisis tersebut sebagai prasyarat terciptanya Masyarakat ASEAN Berkelanjutan.

Krisis  Rohingya Tamparan bagi ASEAN
ISTIMEWA
Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat menyampaikan pidatonya sebagai Ketua Delegasi Parlemen Indonesia dalam agenda '40th General Assembly of ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA)' yang digelar di Bangkok, Thailand, pada Senin (26/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - Penyelesaian krisis Rohingya masih menjadi isu penting dalam banyak forum internasional, termasuk forum sekaliber ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA).

Sebagai forum tertinggi parlemen ASEAN, AIPA terus berkomitmen untuk menyelesaikan krisis tersebut sebagai prasyarat terciptanya Masyarakat ASEAN Berkelanjutan.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat menyampaikan pidatonya sebagai Ketua Delegasi Parlemen Indonesia dalam agenda '40th General Assembly of ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA)' yang digelar di Bangkok, Thailand, pada Senin (26/8/2019) waktu setempat.

Delegasi parlemen Indonesia menilai perlindungan kemanusiaan dan perdamaian merupakan isu sentral yang tidak bisa dilepaskan dari agenda Sustainable Community.

Baca: Rencana Pemulangan Kembali Timbulkan Ketakutan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Dalam sidang AIPA bertema 'Advancing Parliamentary Partnership for Sustainable Community' itu, Fadli tidak memungkiri bahwa Asia Tenggara kini menjelma sebagai kawasan yang terus berkembang dan turut berkontribusi dalam mendorong perekonomian secara global.

“Asia Tenggara saat ini terus berkembang sebagai kawasan yang menjadi mesin pendorong ekonomi global," ujar Fadli dalam forum tersebut.

Namun menurutnya, para negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dan tergabung dalam ASEAN harus menyadari bahwa kawasan ini membutuhan fondasi yang kuat untuk mendorong pembangunan yang kini tengah berlangsung.

Baca: Aksi Mulia Pesepak Bola Jepang yang Bermain di Jerman untuk Muslim Rohingya

"Meskipun demikian, ASEAN harus memastikan bahwa pembangunan yang sedang berlangsung, ditopang fondasi yang kokoh," jelas Fadli.

Politisi Gerindra ini pun menyebutkan contoh kasus 'krisis Rohingya' yang hingga kini belum tuntas.
Krisis Rohingya, kata dia, menjadi 'tamparan' bagi ASEAN dan menandakan bahwa masih ada permasalahan yang harus dituntaskan. "Belum tuntasnya krisis Rohingya di Myanmar, sebagai contoh, menandakan ASEAN belum bebas dari problem cukup mendasar," kata Fadli.

Oleh karena itu, ia menegaskan sebagai forum tertinggi parlemen ASEAN, AIPA harus fokus pada penyelesaian krisis Rohingya. "Masalah-masalah seperti ini perlu perhatian dan tak bisa diabaikan oleh forum parlemen seperti AIPA," tegas Fadli.

Baca: Kata Ahok, Djarot dan Sutiyoso Mantan Gubernur DKI Jakarta Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Permasalahan kemanusiaan merupakan hal yang sangat krusial dalam menciptakan Sustainable Community.Maka AIPA harus concern untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang terjadi di kawasannya sendiri, yakni Asia Tenggara.

"Menciptakan Sustainable Community akan mustahil bisa dibangun jika AIPA lemah dalam memperhatikan permasalahan kemanusiaan yang masih terjadi di kawasannya sendiri," pungkas Fadli.

Dalam lawatannya ke Bangkok, Thailand, Fadli turut didampingi oleh sejumlah anggota DPR RI lainnya.

Mereka diantaranya Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Nurhayati Assegaf, Teguh Juwarno, Dwi Ria Latifa, Saniatul Lativa, Jalaluddin Rakhmat, Dwi Aroem Hadiatie, Siti Masrifah, Amelia Anggraini Kartika Yudhisti, Roy Suryo, Timbul Manurung, serta Ahmad Yohan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved