Hacker Terkenal Jepang Menyarankan Pemilik Situs Indonesia Memiliki Server di Dalam Negeri

Seorang hacker dari Jepang, menyarankan pemilik situs Indonesia untuk memiliki server di dalam negeri Indonesia, lalu back-up di luar negeir.

Hacker Terkenal Jepang Menyarankan Pemilik Situs Indonesia Memiliki Server di Dalam Negeri
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Jun Kawasaki, CEO Gftd Japan Co.Ltd. 

Itulah sebabnya sering dijuluki sebagai White Hacker karena kebaikannya terhadap banyak orang serta ikut membantu memproteksi server negara yang kadang diserang banyak negara luar Jepang.

"Saya juga punya tim internasional, misalnya yang ada di Eropa, AS dan sebagainya sehingga kita bisa bergerak dan kontak secara internasional pula dalam pekerjaan sehari-hari," ujarnya.

Seorang pengusaha yang akun banknya di-hacked seseorang sehingga mengalami kerugiahn jutaan yen, akhirnya 70 persen bisa ditarik kembali uangnya tersebut oleh Kawasaki.

"Banyak faktor mempengaruhi. Misalnya soal waktu. Kalau kejadiannya sudah lama ya mungkin sangat sulit ya untuk men-trace dan menarik kembali uang yang telah di-hack seseorang. Tapi kalau kejadiannya baru saja berlangsung segera beritahu saya, mungkin bisa kita kejar," jelasnya.

Hacker yang terkenal di Jepang ini juga punya spesialisasi blockchain atai Rantai Blok.

Untuk mudah dimengerti Rantai Blok adalah semacam sistem identifikasi digital di internet.

"Apabila kita sudah bisa membuat Rantai Blok tersebut maka bisa difungsikan ke berbagai hal sebagai tanda pengenal dan keamanan pada situs atau aplikasi yang kita buat. Proses lainnya akan berjalan dengan mudah dan aman karena terdeteksi dengan baik sejak awal jati diri orang tersebut," kata dia.

Kemampuan alamiah Jun Kawasaki sangat luar biasa. Sejak usia 15 tahun diakuinya sudah mengotak-atik komputer dari dalam kamarnya.

Ilustrasi hacker alias peretas
Ilustrasi hacker alias peretas (Youtube)

Usia sekitar 17 tahun sudah memiliki 6 perusahaan IT dan sampai sekarang di usianya yang akan mencapai 28 tahun bulan Oktober mendatang, tetap fokus di dunia IT sambil berusaha menyelesaikan sekolahnya di Universitas Keio Tokyo.

"Ya untung orang tua mengerti saja kesukaan saya bidang IT sehingga tidak ngomel kepada saya sejak kecil bergaul dengan internet," akunya.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved