Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Sekte Shinchoenji, Pusat Virus Corona di Korea, Pakai Metode BTS untuk Menarik Anggota Baru

Sekte Shincheonji menggunakan metode BTS untuk menarik anggota baru. Sekte ini menjadi pusat penyebaran wabah virus corona di Korea, terutama Daegu.

Koreaboo
Jemaat Shincheonji (kiri) dan selebaran Shincheonji (kanan) - Sekte Shincheonji menggunakan metode BTS untuk menarik anggota baru. Sekte ini menjadi pusat penyebaran wabah virus corona di Korea, terutama Daegu. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus virus corona di Korea Selatan meningkat drastis sejak seorang jemaat Shincheonji di Daegu (pasien ke-31) menolak dikarantina saat menderita demam tinggi.

Ketika sakit, ia justru tak menghentikan aktivitasnya.

Alih-alih beristirahat, si pasien ke-31 ini tetap melakukan kegiatan dan bepergian seperti biasanya.

Staf kesehatan di fasilitas pengecekan Covid-19 di Daegu.
Staf kesehatan di fasilitas pengecekan Covid-19 di Daegu. (Yonhap News)

Dampaknya, kasus virus corona meningkat drastis hingga mencapai angka 1.000 dalam kurun waktu kurang dari 14 hari.

Shincheonji pun disebut-sebut sebagai pusat penyebaran Covid-19 di Negeri Ginseng, terutama wilayah Daegu.

Baca: Begini Cara Terbaik Cegah Penularan Virus Corona, Pakai Masker Bukan Solusi

Baca: Polisi Ungkap Pabrik Penimbun Masker di Cakung, Manfaatkan Isu Corona, Omzet Rp 250 juta per Hari

Terkait hal ini, sekte keagamaan yang dinilai sebagai aliran sesat pun semakin menjadi sorotan.

Dikutip Tribunnews dari Koreaboo, anggota Shincheonji diketahui memiliki beberapa metode untuk menarik anggota baru ke gereja mereka.

Di antaranya diam-diam menyamar atau bergabung menjadi jemaat gereja lain.

Lama-kelamaan, mereka akan berusaha memengaruhi dan mengajak jemaat gereja tempatnya menyamar agar pindah ke Shincheonji.

Metode lainnya yang digunakan anggota Shincheonji adalah menggunakan singkatan BTS dalam selebarannya.

Metode BTS yang tercantum dalam selebaran Shincheonji.
Metode BTS yang tercantum dalam selebaran Shincheonji. (Koreaboo)

BTS yang dimaksud adalah Bible Teaching Shincheonji, yang artinya Pengajaran Alkitab Shincheonji.

Gambar dalam selebaran Shincheonji pun menunjukkan betapa banyaknya jemaat mereka.

Hal ini menunjukkan betapa mudahnya virus corona menyebar di antara jemaat.

Dalam selebaran tersebut tampak para anggota duduk berdekatan bahkan melakukan kontak fisik, selama pertemuan berlangsung yang berpotensi menyebarkan virus atau bakteri potensial.

Selain itu, sifat anggota Shincheonji yang tertutup membuat pihak berwenang mengalami kesulitan untuk melacak penyebaran virus corona.

Baca: Pasien Suspect Virus Corona Meninggal, Jenazahnya Dibungkus Plastik, Kemenkes: Bukan Covid-19

Baca: UPDATE Pasien Virus Corona per Jumat, 28 Februari Siang: 83.364 Terinfeksi, 2.857 Orang Meninggal

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan