Setelah Hampir 20 Tahun Perang, Donald Trump Mengumumkan Kesepakatan Damai AS-Taliban
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan menandatangani perjanjian dengan Taliban dan pemerintah Afghanistan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Garudea Prabawati
Dilansir dari Al Jazeera, penandatanganan perjanjian itu diumumkan satu minggu setelah perjanjian Reduction in Violen (RIV).
Setidaknya 19 pasukan keamanan dan empat warga sipil telah tewas selama dua tahun negoisasi berlarut-larut.
Para analis mengatakan tantangan nyata dalam membangun perdamaian abadi adalah pembicaraan intra-Afghanistan.
"Penting dicatat bahwa perjanjian yang kemungkinan akan ditandatangani pada 29 Februari 2020 antara Taliban dan AS itu bukan berjanjian damai," kata Analis Senior Afghanistan di International Crisis Group, Andrew Watkins kepada Al Jazeera.
"Sebaliknya, ini adalah hasil dari fase awal dari proses perdamaian Afghanistan," katanya.
"Kesepakatan AS-Taliban harus dilihat sebagai 'jendela', atay peluang penyelesaian politik dan akhir damai bagi konflik," tuturnya.
"Tetapi begitu banyak pekerjaan untuk mencapai tujuan itu," terangnya.
Baca: Hadapi Incaran Donald Trump, Ekonom Berikan Saran pada Pemerintah Indonesia
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)