Majalah Bersejarah Hiragana Times Banyak Dipakai Orang Asing untuk Belajar Bahasa Jepang

Direktur Pandan College mengungkapkan saat ini banyak orang asing yang menggunakan majalah Hiragana Times sebagai pedoman untuk belajar Bahasa Jepang.

Majalah Bersejarah Hiragana Times Banyak Dipakai Orang Asing untuk Belajar Bahasa Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Contoh majalah Hiragana Times (http://hiragana.in/) Maret dan April 2020 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Direktur Pandan College, Kadek Yuli mengungkapkan saat ini banyak orang asing yang menggunakan majalah Hiragana Times sebagai pedoman untuk belajar Bahasa Jepang.

Hiragana Times adalah majalah bersejarah yang sudah ada sejak tahun 1986 dengan penyebaran ke lebih dari 100 negara.

"Banyak anggota masyarakat yang semakin pintar bahasa Jepang setelah berlangganan majalah Hiragana Times di mana kami sebagai penyalur tunggal untuk Indonesia," kata Kadek Yuli, Direktur Pandan College kepada Tribunnews.com, Selasa (24/3/2020).

Saat ini ratusan ribu oplah Hiragana Times tersebar luas ke banyak negara khususnya ke pelanggan dan selalu habis dibeli warga asing yang ada di Jepang.

Baca: Ashanty Marah Azriel Hermansyah Beli PS 4 karena Lockdown Virus Corona: Bunda Gak Suka

Baca: Inggris Diklaim Sukses Kurangi Korban Corona dalam 2 Minggu, dengan Cara Apa?

"Apalagi saat sekarang ini di mana ada pandemi Corona dan banyak orang yang merumahkan diri, perlu bahan bacaan untuk meningkatkan ilmunya," tambahnya.

Majalah bulanan sejak tahun 1986 ini adalah yang tertua, terlama dan selalu teratur terbit setiap bulan untuk orang asing terutama yang mau belajar bahasa Jepang serta ingin mengetahui informasi terbaru mengenai Jepang.

Selama ini Hiragana Times terbit hanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang dapat dilihat pada www.hiragana.in.

"Penulisan bahasa Jepang pun apabila ada kanji akan ditulis dalam katakana di bagian atasnya sehingga semua orang bisa dengan mudah mengerti dan membaca bahasa Jepang tersebut," tambahnya.

Baca: Beda dengan Orang Dewasa, Kenali Gejala Virus Corona pada Bayi, Ibu Ini Sampai Kira Termometer Rusak

Baca: Sempat Diisolasi, Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Meninggal Dunia Hari Ini karena Corona

Dengan kemudahan membaca bahasa Jepang diharapkan bahasa Jepang akan semakin memasyarakat di Indonesia nantinya, apalagi diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang, bukan bahasa Inggris.

"Selama ini para pembaca Hiragana Times memang merasa kewalahan meskipun ada bahasa Inggris nya. Tetapi nanti apabila dibuat bahasa Jepang dan bahasa Indonesia pasti semua orang bisa membaca dengan baik dan jadi bagian pembelajaran bahasa Jepang di Indonesia," ujar dia.

Dengan penggunaan bahasa Indonesia, selain bahasa Jepang, Kadek Yuli melihat kemampuan majalah ini menerobos pasar Indonesia sampai ke pelosok mana pun, sekaligus bisa membuat masyarakat Indonesia semakin banyak lagi yang belajar bahasa Jepang nantinya.

Baca: Riwayat Perjalanan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Sebelum Dinyatakan Terpapar Virus Corona

Baca: FIFA Resmi Jalin Kerjasama dengan WHO Perangi Corona, Sebut Kesehatan Jadi Prioritas Utama

"Saat ini sangat sedikit sekolah atau kursus bahasa Jepang karena memang tidak mudah belajar bahasa Jepang. Tetapi dengan menggunakan majalah Hiragana Times ini akan semakin tersebar luas, tak perlu ke sekolah atau tak perlu ke kursus bahasa Jepang, diri sendiri di mana pun, di rumah sendiri juga bisa belajar bahasa Jepang," ujar dia.

Apabila penyebaran majalah Hiragana Times dalam bahasa Jepang, diharapkan akan semakin banyak lagi orang yang mengerti bahasa Jepang di Indonesia sehingga bisa ikut membantu bisnis Jepang yang ada di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesempatan bisnis Jepang di Indonesia nantinya.

"Hanya dengan kemampuan berbahasa Jepang, bisa bekerja di perusahaan Jepang, dan perusahaan pun bisa menghasilkan produk, perputaran ekonomi Indonesia pada akhirnya akan semakin baik di masa depan," harap Yuli lebih lanjut.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved