Virus Corona
Pejabat Gedung Putih Sempat Peringatkan Bahaya Corona di AS, Donald Trump Justru Meremehkan
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Top Peter Navarro memperingatkan tentang seberapa mengerikannya pandemi Covid-19 terlebih pada sektor perekonomian
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Penasihat perdagangan Gedung Putih, Top Peter Navarro memperingatkan tentang seberapa mengerikannya pandemi Covid-19 terlebih pada sektor perekonomian.
Namun menurut laporan CNN, Presiden AS Donald Trump bersikeras tidak melihat memo berisi peringatan ini.
Mengutip Fox News, Navarro telah mengirimkan ini tepat sebelum pandemi meluas secara global.
Baca: UPDATE Corona Dunia Sore Ini: Lonjakan Kasus Tertinggi Terjadi di Spanyol, AS Tembus 400 Ribu
Baca: Korban Terbesar di AS, Dalam Sehari Hampir 2.000 Orang Meninggal Karena Covid-19
Peringatan itu tertulis dalam memo internal dan dikirimkan kepada Gedung Putih sejak Januari dan Februari silam.
Di sana Navarro mengatakan AS mungkin saja mengalami 2 juta kematian dan merugi triliyunan dolar dalam sektor ekonomi.
Memoar Navarro yang pertama bertanggal 29 Januari dan ditujukan kepada Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Di dalamnya, Navarro sudah mengingatkan tentang larangan bepergian ke China.
"Kurangnya perlindungan kekebalan atau penyembuhan atau vaksin yang ada akan membuat orang Amerika tidak berdaya dalam kasus wabah virus corona yang meledak di tanah AS," tulis Navarro.
"Kurangnya perlindungan ini meningkatkan risiko virus corona berkembang menjadi pandemi yang meluas, membahayakan kehidupan jutaan orang Amerika," lanjutnya.
Memo pertama ini datang di saat Trump meremehkan kemungkinan wabah Covid-19 di AS.
Kemudian pada akhir Februari, Navarro kembali menulis memo yang ditujukan langsung kepada Presiden.

Masih dengan peringatan yang sama, namun kali ini Navarro lebih menekankan dampak bahaya wabah asal China ini.
"Ada kemungkinan peningkatan pandemi Covid-19 yang dapat menginfeksi sebanyak 100 juta orang Amerika, dengan korban jiwa sebanyak sebagai 1-2 juta jiwa," bunyi memo kedua Navarro.
Perkiraan ini pada akhirnya sejalan dengan apa yang pejabat AS lain katakan.
Sementara itu Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Dr. Anthony Fauci dan Dr. Deborah Birx pekan lalu mengatakan, AS akan mengantongi 1,5 hingga 2,2 kematian bila tidak melakukan upaya apapun.