Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Tembakkan Bius dan Seret Mahasiswa saat Amankan Demonstrasi, Dua Polisi Atlanta, Amerika Dipecat

Dua polisi Atlanta, Amerika Serikat, dipecat karena menggunakan senjata bius kepada dua mahasiswa kulit hitam saat melakukan pengamanan demonstrasi.

ELIJAH NOUVELAGE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Petugas polisi maju setelah menembakkan gas air mata saat demonstrasi pada 31 Mei 2020 di Atlanta, Georgia. Demonstrasi terjadi setelah kematian George Floyd. 

TRIBUNNEWS.COM - Dua polisi Atlanta, Amerika Serikat, dipecat karena menggunakan senjata bius kepada dua mahasiswa kulit hitam dalam pengamanan aksi demonstrasi. 

Diketahui, demonstrasi meluas hampir di seluruh Amerika Serikat sebagai bentuk protes atas tewasnya George Floyd, pria kulit hitam yang tewas di tangan polisi Minneapolis pada Senin, 25 Mei lalu.

Dua polisi Atlanta itu dipecat karena keduanya dianggap melakukan tindakan berlebihan dalam penanganan demonstran. 

Dikutip dari The New York Times, Senin (1/6/2020), Wali Kota Atlanta, Keisha Lence Bottoms, mengumumkan pemecatan terhadap dua polisi yang tidak disebutkan namanya dalam jumpa pers pada Minggu (31/5/2020). 

Pengunjukrasa berkumpul di sekitar toko minuman keras yang terbakar di dekat Kantor Polisi di Minneapolis, Minnesota, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. AFP/KEREM YUCEL
Pengunjukrasa berkumpul di sekitar toko minuman keras yang terbakar di dekat Kantor Polisi di Minneapolis, Minnesota, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. (AFP/KEREM YUCEL)

Bottoms menyebut tindakan dua polisi itu sebagai penggunaan kekuatan yang berlebihan.

Selain dua orang dipecat, tiga polisi lainnya yang terlibat dalam penangkapan mahasiswa kulit hitam itu juga dibebastugaskan sementara.

"Itu (tindakan dua polisi,-Red) mengganggu pada banyak tingkatan, yang paling tidak jelas adalah penggunaan kekuatan yang berlebihan," kata Bottoms.

Bottoms mengaku saat ini polisi tengah mendapat tekanan besar saat menangani ribuan demonstran. 

Baca: Buntut Kerusuhan di Amerika, Donald Trump Akan Masukkan Kelompok Demonstran Ini Sebagai Teroris

Meski demikian, tindakan dua polisi yang menembakkan tembakan bius dan menyeret mahasiswa tidak bisa diterima. 

"Kami memahami bahwa para perwira kami bekerja berjam-jam di bawah tekanan yang sangat besar, tetapi kami juga memahami bahwa penggunaan kekuatan berlebihan tidak pernah dapat diterima," ujar Bottoms. 

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved