Rusuh di Amerika Serikat
Trump Sebut ANTIFA Teroris dalam Demo Bela George Floyd, Anak Jaksa Agung Minnesota Dukung ANTIFA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut ANTIFA atau kelompok antifasisme sebagai organisasi teroris dalang kericuhan demo bela George Floyd.
Penulis:
Ifa Nabila
Editor:
Sri Juliati
Meski demikian, Linskey mengimbau masyarakat untuk waspada karena adanya penumpang gelap dalam demo.
"Tapi sekarang ada orang-orang yang membajak kemarahan warga, yang seharusnya sah-sah saja karena masalah rasisme dalam masyarakat," ujar Linskey.
"Dan mereka menggunakannya (demo) untuk melakukan kekerasan demi tujuan mereka sendiri," imbuhnya.
Linskey meminta para pendemo untuk tidak mudah terhasut orang lain yang mengatasnamakan diri mereka sebagai pembela George Floyd.
Trump Diamankan di Bunker
Dikutip Tribunnews.com dari foxnews.com, pejabat senior Gedung Putih menyebut lebih dari 50 agen rahasia terluka dalam demo, Minggu (31/5/2020).
Para pendemo melempari botol hingga bom molotov ke arah gedung putih.
Di kota-kota lain, kekacauan juga dilaporkan sangat parah, banyak mobil yang dibakar.
Bahkan Gereja St John bersejarah di sekitar Gedung Putih juga turut dibakar oleh massa pada Minggu malam.

Lantaran keadaan semakin genting, para agen rahasia membawa Trump ke bunker bawah tanah di Gedung Putih.
Kabar ini dibenarkan oleh pejabat senior kepada Fox News setelah kabar Trump itu muncul di The New York Times.
Pejabat tersebut mengungkap Trump memang sempat dibawa ke bunker, tapi tidak lama.
"Tidak lama. Namun Beliau ke sana (bunker)," ujar pejabat senior, Minggu.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Judd Deere enggan berkomentar soal kabar sang presiden.
Pasalnya, hal tersebut adalah bagian dari protokol keamanan.