Breaking News:

Kim Yo Jong Kerap Muncul, Analis Memprediksi Adik Kim Jong Un akan Segera Duduki Posisi Lebih Tinggi

Kerap munculnya Kim Yo Jong membuat para analis berpikir Kim Yo Jong akan segera menduduki posisi lebih tinggi di kepemerintahan Korea Utara.

Korea Summit Press Pool / AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) menandatangani buku tamu di sebelah saudara perempuannya Kim Yo Jong (kanan) selama KTT Antar-Korea dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di gedung Peace House di sisi selatan desa Panmunjom pada tanggal 27 April 2018 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir-akhir ini Kim Yo Jong kerap maju menangani problematika luar negeri, tanpa kakaknya, Kim Jong Un di sisinya.

Hal ini membuat para analis memprediksi Kim Yo Jong akan segera menduduki posisi lebih tinggi di kepemerintahan Korea Utara.

Seperti yang dilansir CNBC, minggu lalu, Pyongyang mengeluarkan ancaman dan arahan di bawah Kim Yo Jong sendiri, tanpa Kim Jong Un.

"Kami melihat banyak pernyataan besar keluar dari Kim Yo Jong," kata John Park, direktur Proyek Korea di Harvard Kennedy School.

"Ini menunjukkan bahwa perannya bukan hanya sekedar seremonial dan tak bisa lagi diremehkan," tambahnya.

Baca: Korea Utara Ancam Kerahkan Pasukan, Korea Selatan: Belum Ada Kegiatan Mencurigakan

Baca: Situasi Korut dan Korsel Memanas, Pesawat Pribadi Kim Jong Un Terlihat Terbang Tinggalkan Pyongyang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) menandatangani buku tamu di sebelah saudara perempuannya Kim Yo Jong (kanan) selama KTT Antar-Korea dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di gedung Peace House di sisi selatan desa Panmunjom pada tanggal 27 April 2018
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) menandatangani buku tamu di sebelah saudara perempuannya Kim Yo Jong (kanan) selama KTT Antar-Korea dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di gedung Peace House di sisi selatan desa Panmunjom pada tanggal 27 April 2018 (Korea Summit Press Pool / AFP)

Selain itu, ketidakhadiran penuh Kim Jong Un membawa pengaruh yang signifikan, kata Miha Hribernik dari Verisk Maplecroft.

"Dengan membiarkan saudara perempuannya untuk mengurusi masalah dengan Korea Selatan, Kim Jong Un kemungkinan akan meningkatkannya ke posisi yang lebih senior dalam rezim," tulis Hribernik dalam sebuah catatan minggu ini sebelum Korea Utara meledakkannya kantor penghubung bersama dengan Korea Selatan.

"Hal ini mengingatkan kita saat Kim Jong Un memimpin pemboman Pulau Yeonpyeong Korea Selatan pada 2010 untuk meningkatkan posisinya sebelum akhirnya mengambil alih Pemimpin Tertinggi pada 2011," ujar Hribernik.

Sedikit yang diketahui tentang Kim Yo Jong.

Namun, ia didokumentasikan dengan baik saat menghabiskan beberapa waktu di Swiss dengan Kim Jong Un.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved