Kamis, 9 April 2026

POPULER INTERNASIONAL: Lansia 77 Tahun Pimpin Sekte Seks hingga Palestina Ancam Google dan Apple

Berikut berita populer internasional yang telah tayang di Tribunnews.com, dalam beberapa waktu terakhir.

AFP/HAZEM BADER
Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk mengeluarkan karavan yang digunakan untuk fasilitas sekolah baru Palestina di Susia, Hebron di Tepi Barat. Rabu (19/02/2020)Pihak berwenang Israel mengatakan proyek sekolah campuran berada di daerah C dan Oleh karena itu diperlukan izin Israel untuk membangun pembangunan baru, menurut kepala otoritas pendidikan lokal di Yatta di Tepi Barat selatan. (HAZEM BADER/AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut berita populer internasional yang telah tayang di Tribunnews.com, dalam beberapa waktu terakhir.

Termasuk adanya Palestina memberikan ancaman kepada Google dan Apple lantaran wilayahnya dihapus.

Hingga terkait penemuan sekte atau kultus seks di Italia yang dipimpin oleh seorang lansia berusia 77 tahun.

Kebanyakan korban adalah seorang gadis, mereka dipaksa untuk menerima pelecehan seksual, penyiksaan, hingga doktrin.

Berikut rangkumannya:

1. Palestina Ancam Google dan Apple Setelah Wilayahnya Dihapus

Palestina geram dengan Google dan Apple setelah wilayahnya dihapus dari peta.

Palestina menuduh dua raksasa teknologi dunia ini berpihak pada Israel.

Kantor Berita Resmi Palestina (WFA) mengabarkan publik Palestina meluncurkan tagar #FreePalestine di Twitter pascapenghapusan wilayah di peta online itu.

Dikutip dari Gulf News, Menteri Luar Negeri dan Imigran Palestina, Riyad Al Maliki, mengaku telah mengirim pesan kepada kedua perusahaan ini.

Apple dan Google Dituduh Hapus Palestina dari Peta Online
Apple dan Google Dituduh Hapus Palestina dari Peta Online (Maps ApplexGoogle via Independent)

Dia memprotes penghapusan wilayah Palestina di dalam peta dan menuduh keduanya ditekan Israel.

Menurut pantauan Tribunnews, hingga Senin (20/7/2020), tidak ada wilayah Palestina dalam Google Maps.

Ketika mengetikkan kata kunci 'Palestine' muncul keterangan negara Palestina namun tidak terlihat wilayahnya dalam peta.

Hanya terlihat tulisan wilayah Jalur Gaza.

Lebih lanjut, Al Maliki menilai penghapusan wilayah Palestina di dalam peta merupakan pelanggaran hukum internasional.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved