Pemilihan Presiden Amerika Serikat
Peluang Trump Menang Memudar, Pendukungnya Mulai Turun ke Jalan, Sebut Ada Kecurangan
Trump mengritik proses pemilu secara salah dengan mengklaim bahwa pemilihan itu "dicuri" darinya.
Editor:
Malvyandie Haryadi
Di Arizona, salah satu dari lima negara bagian penting dalam pemilu tahun ini, para pendukung Trump berkumpul di luar Departemen Pemilihan Maricopa County di Phoenix.
Reuters mengabarkan beberapa orang mengejar seorang pria yang mengangkap papan penanda yang menggambarkan presiden AS sebagai "babi Nazi".
Polisi turun tangan dan membubarkan keributan itu setelah sang pria dan kelompoknya mulai dikepung oleh pendukung trump. Reuters mengabarkan tidak ada korban luka dalam bentrokan kecil tersebut.
Di titik lain, tepatnya di Harrisburg, sekitar 100 pendukung Trump berkumpul di tangga Gedung Kongres Pennsylvania pada Kamis sore sebagai bagian dari demonstrasi dengan slogan “Stop the Steal” (hentikan pencurian), yang diorganisir oleh aktivis konservatif Virginia, Scott Presler.
"Ini bukan unjuk rasa yang mendukung kandidat tertentu, ini adalah unjuk rasa yang memperjuangkan dua hal: kebenaran dan keadilan," ungkap Presler seperti dikutip Reuters.
Di Milwaukee, sekitar 50 pendukung Trump berkumpul di depan sebuah gedung kota tempat penghitungan suara. Mereka memutarkan musik country, mengibarkan bendera, dan membawa tanda bertuliskan "Recount" (hitung ulang) dan "Rigged" (dicurangi).
Setelah satu jam berlalu, sekitar selusin pengunjuk rasa datang sambil meneriakkan “Black lives matter”, merujuk pada korban kebrutalan polisi.
Beberapa di antara pengunjuk rasa tersebut bahkan melemparkan telur ke arah pendukung Trump dari mobil yang lewat.
Unjuk rasa juga terlihat di luar Departemen Pemilihan Clark County di Las Vegas. Sekitar 400 pengunjuk rasa memutarkan lagu-lagu patriotik melalui speaker sambil mengibarkan bendera Amerika dan Trump.
Video viral palsu
Eric Trump putra Presiden AS Donald Trump ditangkap pada Rabu (4/11/2020) waktu Amerika karena men-tweet video viral palsu.
Dia mengklaim seseorang membakar lusinan surat suara untuk mendukung ayahnya, Presiden Donald Trump .
Putra presiden karena pemilihan 2020 masih belum diputuskan me-retweet video yang konon menunjukkan seorang pria membakar 80 surat suara untuk Trump di Virginia Beach, Virginia.
Kota Pantai Virginia, membantah postingan Eric Trump, seperti dilansir HuffPost, Kamis (5/11/2020).
"Itu adalah contoh surat suara," kota itu menanggapi Trump di Twitter.
Baca juga: 8 Fakta Pilpres AS Mirip Pilpres Indonesia, Pendukung yang Kalah Ngamuk hingga Tudingan Curang