Breaking News:

Virus Corona

Setelah 5 Orang Terdeteksi Corona, Pemerintah Tianjin China Lakukan Tes Massal pada 3 Juta Orang

Pemerintah Kota Tianjin, China Utara memerintahkan untuk melakukan tes virus corona massal kepada seluruh 3 juta orang penduduk.

STR / AFP / China OUT
Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test. Berikut ulasan tentang Pemerintah Kota Tianjin, China Utara yang memerintahkan untuk melakukan tes virus corona massal kepada seluruh 3 juta orang penduduk setelah 5 orang positif corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Kota Tianjin, China Utara memerintahkan untuk melakukan tes virus corona massal kepada seluruh penduduk, yang berjumlah sekitar 3 juta orang.

Hal itu dilakukan setelah lima kasus Covid-19 terdeteksi secara lokal pada Jumat (20/11/2020).

Pada Sabtu pagi, Komisi Kesehatan Tianjin mengatakan, satu di antara kasus positif yang ditemukan di Wilayah Binhai menimpa seorang pria.

Pria itu mengaku merasakan gejala setelah berkontak dengan seorang pekerja berusia 52 tahun yang menangani produk daging beku impor.

Kemudian, pria asal Binhai itu langsung masuk ke ruang isolasi di rumah sakit setempat pada 10 November.

Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test.
Foto yang diambil pada 12 Oktober 2020 ini menunjukkan ribuan warga yang mengantre untuk dites virus corona COVID-19, sebagai bagian dari program pengujian massal menyusul wabah virus corona baru di Qingdao, di Provinsi Shandong timur China. Hanya dalam waktu dua hari, 12-13 Oktober 2020, sebanyak 4,2 juta penduduk kota ini berhasil melakukan swab test. (STR / AFP / China OUT)

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Produk Ikan Layur Beku Indonesia yang Terkontaminasi Covid-19

Baca juga: Terkontaminasi Covid-19, Produk Ikan Beku Asal Indonesia Dilarang Masuk ke China

Diketahui, ia melakukan kontak dengan pekerja yang memegang produk makanan beku yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 9 November lalu.

Menurut laporan media lokal, produk tersebut diimpor dari India, Pakistan, Indonesia dan Myanmar.

Akibat jejak virus yang ditemukan pada kemasan makanan beku itu, China memerintahkan untuk mendesinfeksi semua makanan beku impor.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko penularan dari produk makanan beku rendah.

Awal bulan ini, Tianjin juga melaporkan seorang pasien positif lain sempat kontak dekat dengan pekerja di perusahaan yang mengimpor produk daging babi dari Jerman.

ILUSTRASI ikan layur - Terkontaminasi Covid-19, Produk Ikan Beku asal Indonesia Dilarang Masuk ke China
ILUSTRASI ikan layur - Terkontaminasi Covid-19, Produk Ikan Beku asal Indonesia Dilarang Masuk ke China (https://www.instagram.com/aciseafood/)

Baca juga: Selandia Baru Belum Diberitahu China tentang Covid-19 dalam Daging Sapi Beku dari Negaranya

Baca juga: Kembali, China Temukan Virus Corona Pada Daging Sapi Beku dari Berbagai Negara

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved