Breaking News:

Perusahaan Jepang Palsukan Data 20 Tahun, Presdir Minta Maaf

Akebono Brake Industry Co., Ltd., sebuah perusahaan suku cadang otomotif besar, mengumumkan bahwa terdapat sekitar 110.000 kasus penipuan

Foto Richard Susilo
Kantor pusat Akebono Brake Industry Co.Ltd, di Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Akebono Brake Industry Co., Ltd., sebuah perusahaan suku cadang otomotif besar, mengumumkan bahwa terdapat sekitar 110.000 kasus penipuan seperti pemalsuan data inspeksi untuk pemeriksaan performa rem telah dilakukan sejak 20 tahun lalu dan Presdirnya meminta maaf kemarin (16/2/2021).

"Kami meminta maaf atas berbagai kasus yang terjadi dan berusaha agar tidak terulang di masa depan," papar Presdir Akebono Brake Industry    Co.Ltd,  Yasuhiro Miyaji  (63) kemarin (16/2/2021).

Menurut Akebono Brake, terdapat lebih dari 114.000 kasus kegiatan penipuan yang menggunakan data masa lalu  pemalsuan atau tanpa pemeriksaan data  di empat pabrik di Jepang, di mana sekitar 4.900 kasus telah diputuskan oleh pabrikan mobil. Artinya tidak memenuhi standar.

Hal itu ditemukan dari laporan perusahaan dan indikasi dari pelanggan, dan aktivitas penipuan telah dilakukan selama 20 tahun hingga Mei 2020.

Produk target dijual ke 10 pabrikan mobil dalam negeri, tapi ketika produk yang dihasilkan di masa lalu diperiksa ulang, dinilai tidak ada masalah dengan performa.

Sejauh ini belum ada indikasi dari pabrikan mobil bahwa terjadi masalah.

Akebono Brake akan meninjau konten inspeksi dan memperkuat pendidikan kepatuhan di masa mendatang untuk mencegah terulangnya kembali.

Akebono memeriksa sekitar 190.000 potongan data dari inspeksi reguler yang dilakukan berdasarkan perjanjian dengan klien, dan menemukan bahwa sekitar 60% termasuk pemalsuan. 

Demikian juga menemukan kesalahan seperti itu telah dilakukan setidaknya sejak 2001.

Akebono yang terdaftar di Tokyo, yang pemegang saham utamanya termasuk Toyota dan Isuzu Motors, memasuki proses restrukturisasi sukarela pada 2019, ketika pemberi pinjamannya menyetujui rencana penyelesaian yang tidak melibatkan pengadilan (Alternative Dispute Resolution).

Yasuhiro Miyaji, mantan pembuat motor listrik Nidec, menjadi presiden Akebono bulan berikutnya.

Miyaji meminta maaf pada hari Selasa atas kesalahan tersebut dan menyalahkan sebagian pada pergantian personel yang jarang melakukan inspeksi. 

Akebono tidak berharap akan melakukan penarikan kembali komponen yang dimaksud. "Tidak ada masalah dengan keamanan, dan kami telah meminta produsen mobil untuk mengonfirmasi hal ini juga," kata Miyaji.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang . Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved