Breaking News:

Virus Corona

Hasil Penelitian: Vaksin Pfizer Terbukti 94 Persen Efektif Cegah Covid-19 pada Semua Kelompok Usia

Studi besar pertama tentang vaksin Pfizer-BioNTech menunjukkan bahwa vaksin ini sangat efektif mencegah Covid-19.

Brendan Smialowski / AFP
ILUSTRASI warga diberi vaksin - Seorang apoteker mencairkan vaksin Pfizer COVID-19 sambil mempersiapkannya untuk diberikan kepada staf dan penduduk di Goodwin House Bailey's Crossroads, komunitas lansia di Falls Church, Virginia, pada 30 Desember 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Studi besar pertama tentang vaksin Pfizer/BioNTech di Israel menunjukkan bahwa vaksin ini efektif mencegah Covid-19.

Hingga saat ini, sebagian besar data mengenai kemanjuran vaksin corona masih sampai pada tahap uji klinis.

Dilansir The Guardian, ini memunculkan ketidakpastian mengenai bagaimana hasil pasti vaksin bila sudah disuntikkan. 

Sebuah penelitian di Israel menujukkan dua dosis vaksin Pfizer dapat mengurangi kasus simptomatik sebesar 94 persen untuk semua kelompok usia dan penyakit bawaan.

Studi terhadap sekitar 1,2 juta orang juga menunjukkan satu suntikan Pfizer, 57 persen efektif melindungi dari gejala penyakit setelah dua minggu.

Ini berdasarkan data yang diterbitkan dan ditinjau rekan sejawat di New England Journal of Medicine pada Rabu (24/2/2021) lalu.

Menurut hasil studi Clalit Research Institute pada uji klinis tahun lalu, dua dosis suntikan Pfizer 95 persen efektif.

Baca juga: Cerita Wartawan Ikut Vaksinasi Covid-19: Denyut Nadi Seperti Habis Lari

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Jurnalis, Periksa Tekanan Darah hingga Ditanya Riwayat Penyakit

Pekerja medis Michelle Chester menunjukkan vaksin penyakit virus korona Pfizer (Covid-19) sebelum memberikannya kepada perawat Sandra Lindsay, yang termasuk di antara yang pertama menerimanya, dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens Kota New York, pada 4 Januari 2021.
Pekerja medis Michelle Chester menunjukkan vaksin penyakit virus korona Pfizer (Covid-19) sebelum memberikannya kepada perawat Sandra Lindsay, yang termasuk di antara yang pertama menerimanya, dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens Kota New York, pada 4 Januari 2021. (SHANNON STAPLETON/POOL/AFP)

Penulis penelitian, Ran Balicer mengatakan kepada Reuters bahwa hasil studi ini mengejutkan baginya.

Dia tidak menyangka studi menunjukkan efektivitas tinggi dengan kondisi yang kurang meyakinkan.

"Tapi kami berhasil dan vaksinnya bekerja dengan baik di kondisi nyata," kata Balicer.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved