Virus Corona
Tepat Satu Tahun Lalu, WHO Umumkan Covid-19 sebagai Pandemi Global
Setahun kemudian, WHO masih berjuang untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan untuk menemukan upaya mengakhiri pandemi.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS COM - Satu tahun berlalu sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 'novel coronavirus' sebagai pandemi global.
Saat itu WHO menyatakan bahwa virus corona (Covid-19) sebagai pandemi global, setelah organisasi itu selama berminggu-minggu menolak istilah tersebut dan menyatakan bahwa virus yang sangat menular ini masih dapat dihentikan.
Setahun kemudian, WHO masih berjuang untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan untuk menemukan upaya dalam 'mengakhiri' pandemi ini.
Dikutip dari laman abc11, Kamis (11/3/2021), menandai satu tahun pandemi global, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menggunakan pidato prime-time pertamanya untuk memperingati momen ini, sejak menjabat sebagai orang nomor satu di negara itu.
Baca juga: Inovasi Pengembangan Produk di Tengah Pandemi
Baca juga: Komite Covid-19: Krisis Akibat Pandemi Saat Ini Terberat Sejak Indonesia Merdeka
Ia akan mengarahkan bangsanya ke arah sentimen harapan dalam 'fase berikutnya' terkait perang melawan pandemi yang telah membunuh lebih dari 529.000 warga AS itu.
"Saya akan berbicara tentang apa yang telah kita alami sebagai sebuah bangsa pada tahun lalu, tetapi yang lebih penting, saya akan berbicara tentang apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Biden.
Tantangan Biden dalam pidatonya pada Kamis malam adalah untuk menyampaikan penghormatan terhadap pengorbanan yang dilakukan oleh orang Amerika selama satu tahun terakhir.
Ia juga terus mendorong mereka untuk tetap waspada meskipun merasa 'lelah' dalam menghadapi virus ini dan 'tidak sabar' untuk melanjutkan aktivitas secara normal.
Dalam peringatan satu tahun deklarasi pandemi global, ia tidak hanya akan menyampaikan dukanya atas kematian banyak orang di seluruh dunia, namun juga memproyeksikan optimisme tentang masa depan.