Breaking News:

Tarik Dubesnya, Rusia Geram AS Sebut Putin Sebagai Pembunuh?

Sebelumnya dalam wawancara dengan ABC News, Biden juga ditanya mengenai 'apakah menurut dirinya, Putin adalah seorang pembunuh?'.

ABC
Presiden Rusia Vladimir Putin merespon pernyataan Presiden AS Joe Biden yang menyebutnya "pembunuh" dengan menantang Biden untuk berdebat secara live 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova mengatakan pihaknya telah memulangkan Duta Besarnya untuk Amerika Serikat (AS) terkait hubungan dengan negeri paman sam itu.

Langkah tersebut dilakukan setelah Presiden AS Joe Biden menyampaikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan 'membayar harga' atas campur tangannya dalam pemilihan presiden AS pada 2020 lalu.

Sebelumnya dalam wawancara dengan ABC News, Biden juga ditanya mengenai 'apakah menurut dirinya, Putin adalah seorang pembunuh?'.

Biden pun menjawab pertanyaan itu, namun ia tidak menjelaskan alasannya.

"Ya," kata Biden.

Terkait pernyataan Biden, Zakharova enggan menyebutkan alasan penarikan dubesnya.

Namun pernyataan 'pembunuh' dianggap sebagai alasan penarikan itu.

"Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov telah dipanggil kembali ke Moskwa untuk berkonsultasi guna menganalisis apa yang perlu dilakukan dalam konteks hubungan dengan AS," kata Zakharova.

Dikutip dari laman USA Today, Senin (22/3/2021), merenggangnya hubungan diplomatik terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Rusia.

Pada Selasa lalu, pejabat intelijen AS merilis laporan yang menyimpulkan bahwa Rusia mencoba mengganggu pencalonan Biden dalam pemilu 2020.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved