Breaking News:

Virus Corona

WHO Nyatakan Virus Corona di India yang Cepat Menular dan Sulit Dikendalikan Jadi Perhatian Global

WHO menambahkan virus Covid-19 di India sebagai varian baru Corona yang harus jadi perhatian global karena sangat menular dan sulit dikendalikan

AFP/FABRICE COFFRINI
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan mutasi virus korona yang muncul  di India sebagai 'varian perhatian' (Variant of Concern-VOC), yang menjadi perhatian di tingkat global.

Ilmuwan senior WHO Maria Van Kerkhove mengatakan pada hari Senin (10/5) bahwa ada "beberapa informasi yang tersedia untuk menunjukkan peningkatan penularan B.1.617", varian yang terdeteksi di India.

Dia juga merujuk pada studi awal yang “menunjukkan bahwa ada beberapa netralisasi yang berkurang”, referensi ke kemungkinan bahwa vaksin mungkin kurang efektif melawannya.

“Karena itu, kami mengklasifikasikan ini sebagai varian perhatian di tingkat global,” ujarnya.

Rincian lebih lanjut akan diberikan dalam pembaruan epidemiologi mingguan WHO pada hari Selasa (11/5), tambahnya.

Baca juga: Varian Virus Corona Asal India, Inggris, dan Afrika Telah Masuk Indonesia, Berikut Peta Penyebaran

Tiga mutasi lainnya yang menjadi perhatian WHO adalah varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Lebih sulit dikendalikan

WHO mengklasifikasikan varian Covid-19 menjadi dua kategori: varian yang sedang diamati (Varian of Interest – VOI) dan varian yang menjadi perhatian. Yang terakhir lebih menular, sulit dikendalikan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Tetapi belum ada bukti bahwa tes virus corona, obat-obatan atau vaksin kurang efektif terhadap varian di India, kata Van Kerkhove.

Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan setuju, mendorong "pendekatan yang seimbang".

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved