Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

WHO Pertimbangkan Penamaan Varian Covid-19 Berdasarkan Rasi Bintang setelah Huruf Yunani Habis

WHO sebut penamaan varian Covid-19 nantinya mungkin diambil dari rasi bintang, setelah penamaan dengan huruf Yunani telah digunakan semua.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Freepik: kjpargeter/rawpixel.com
Ilustrasi Covid-19 dan rasi bintang. WHO sebut penamaan varian Covid-19 nantinya mungkin diambil dari rasi bintang, setelah penamaan dengan huruf Yunani telah digunakan semua. 

2. Varian Beta

Varian Beta pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2020.

Pada Desember 2020, Varian Beta masuk dalam kategori Variant of Concern.

Menurut Universitas Johns Hopkins, varian ini memiliki kemampuan untuk menginfeksi kembali orang yang telah pulih dari virus Covid-19.

Bersamaan dengan itu, data awal dari para peneliti menunjukkan bahwa vaksin memberikan perlindungan minimal terhadap varian ini.

Ilmuwan menamakannya varian ini sebagai B.1.351, B.1.351.2, B.1.351.3.

3. Varian Gamma

Varian Gamma pertama kali ditemukan di Brasil pada tahun 2020.

Pada Januari 2021, varian Gamma masuk dalam kategori Variants of Concern.

Varian Covid-19 ini bahkan menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya.

Varian gamma juga dapat lolos dari kekebalan tubuh.

4. Varian Delta

Varian Delta ditemukan di India pada Desember 2020, dan sudah masuk dalam kategori Variants of Concern.

Nama ilmiah varian ini adalah B.1.617.2.

Varian ini dianggap telah meningkatkan transmisibilitas.

Orang yang terkena varian ini umumnya mengalami gangguan pendengaran, masalah lambung, dan pembekuan darah.

Sejak kasus pertamanya, varian Delta telah memicu ketakutan di seluruh dunia.

Selain di India, varian baru ini telah menyebabkan malapetaka di banyak negara di dunia termasuk Inggris, Amerika, Rusia, Brasil, dan Singapura.

Untuk itu, kementerian kesehatan banyak negara termasuk Inggris, Jerman, Rusia telah mengeluarkan peringatan bahayanya varian ini.

5. Varian Delta Plus

Varian Delta plus hanya berbeda sedikit dari varian Delta.

Varian baru Delta Plus (AY.1) ini terbentuk dari mutasi Delta (B.1.617.2) yang pertama kali terdeteksi di India.

Selain itu, mutasi bernama K41N yang ditemukan pada varian beta di Afrika Selatan juga memberikan gejala.

Oleh karena it, varian ini dianggap lebih berbahaya daripada varian lainnya.

Beberapa ahli virus khawatir bahwa varian ini 35-60% lebih menular daripada Alpha.

Kementerian Kesehatan Union, mengutip Konsorsium Genomics SARS Cove-2 India, menggambarkan Delta Plus sebagai penyebab keprihatinan besar.

Sebuah varian virus dianggap mengkhawatirkan bila lebih menular dan dapat menyebabkan penyakit serius.

WHO juga mengawasi hal ini.

Mengenal varian-varian yang termasuk dalam Variants of Interest

Variants of Interest 31 Juli 2021
Variants of Interest (WHO)

1. Varian Kappa

Setelah varian Delta Plus Covid-19, masyarakat diresahkan dengan varian Kappa.

Namun, pemerintah telah mempertimbangkan varian Kappa sebagai Variant of Interest bukan sebagai Variant of Concern.

Saat ini, tidak banyak kasus varian Kappa, tetapi perkiraan gelombang baru Covid-19 dengan varian berbeda dapat menambah tantangan.

2. Varian Lambda

Asal usul varian ini diyakini berada di Peru, Amerika Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan informasi tentang varian lambda dalam laporan mingguannya.

Varian lambda Covid-19 muncul sebagai ancaman baru.

Menurut Kementerian Kesehatan Malaysia, sejauh ini varian lambda sudah menyebar ke 30 negara.

3. Varian Eta

Pada Desember 2020, pasien terinfeksi varian Eta ditemukan di banyak negara secara bersamaan.

Eta dimasukkan dalam kategori Variant of Interest pada Maret 2021.

4. Varian Iota

Kasus pertama Varian Iota ditemukan di AS pada November 2020.

Setelah itu, WHO memasukkannya ke dalam kategori Variant of Interest pada Maret 2021.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lainnya seputar varian Covid-19

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan