Analis Barat: Iran Menjalankan Program Drone Kamikaze, Inggris Selalu Jadi Sasaran

Analis Barat memperingatkan bahwa Iran mengembangkan progam drone kamikaze untuk sistem pencegahan dan konfrontasi aktif di wilayahnya

Editor: hasanah samhudi
AFP
Kapal tanker MT Mercer Street yang dikelola Israel berada di lepas pelabuhan Emirat Teluk Fujairah di Uni Emirat Arab pada 3 Agustus 2021. Israel menyalahkan Iran atas serangan pesawat tanpa awak (drone) ke kapal ini pada 29 Juli 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Iran sedang mengembangkan apa yang disebut program “drone kamikaze” menyusul meningkatnya perseteruan di lautan.

Para ahli dari Proyek Kontra Ekstremisme (CEP) telah memperingatkan bahwa taktik ledakan drone baru adalah elemen inti dari upaya Teheran untuk mempengaruhi wilayah tersebut.

Dikutip Arab News, Daniel Roth, Direktur Penelitian CEP yang berbasis di Washington, mengatakan kepada Metro.co.uk bahwa serangan maritim baru-baru ini adalah bagian dari program yang lebih luas dari pasukan drone baru yang sedang dikembangkan rezim tersebut.

Dikatakannya, Iran memiliki pasukan drone, UAV (kendaraan udara tak berawak) yang dioperasikan oleh personel yang ditempatkan dari jarak jauh dan dirancang untuk meledak saat terjadi benturan.

“Program drone militer Iran adalah elemen inti dari perluasan jejak Iran di sekitar kawasan, yang digunakan oleh Teheran dan proksi terorisnya,” kata Roth.

Baca juga: Armada Laut Iran Tambah 340 Kapal Cepat Dilengkapi Rudal dan Drone Kamikaze

Baca juga: Iran Bantah Tuduhan Soal Serangan ke Kapal Tanker: Ini Tanggapan Perdana Menteri Israel

Dia menambahkan, Iran telah menggunakan drone untuk mengganggu operator udara AS, mengancam kebebasan navigasi di perairan internasional, meningkatkan keuntungan militer dalam konflik Suriah dan Irak, dan melanggar wilayah udara Israel dan Saudi, selama beberapa tahun terakhir.

Peneliti CEP telah mengidentifikasi Iran sebagai produsen pesawat tak berawak yang digunakan oleh Houthi melawan Arab Saudi, di mana kelompok teror telah menyerang ladang minyak dan situs sipil.

“Program drone Iran adalah ancaman destabilisasi yang meningkat yang digunakan tidak hanya untuk pencegahan, tetapi untuk konfrontasi aktif,” kata Roth.

Ia mengatakan, Press TV yang dioperasikan negara Iran pada bulan April tahun ini menayangkan video meresahkan yang diambil tujuh tahun lalu dari pesawat tak berawak Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) yang terbang di atas kapal induk AS di Teluk, ditambah rekaman drone 'kamikaze'.

“Kemampuan perang drone Iran terbukti telah berkembang pesat sejak rekaman 2014 ini,” katanya.

Baca juga: Drone Kamikaze Zala Lancet Rusia Sukses Hantam Target Teroris di Suriah

Baca juga: Menlu Rusia Peringatkan Turki yang Pasok Drone Militer ke Ukraina

Roth memperingatkan bahwa rezim tersebut akan mempertahankan dominasi atas jalur laut Teluk.”

“Iran ingin mengamankan kepentingan strategis dalam memperluas dan memperkuat pengaruhnya atas wilayah tersebut,” katanya.

Inggris Jadi Sasaran

Roth memperingatkan bahwa Inggris akan terus menjadi sasaran Teheran karena posisinya sebagai musuh kecil di antara para elit rezim.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved