Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Nasib Diplomat Afghanistan di Luar Negeri: Berharap Dapat Suaka Hingga Siap Jadi Pengungsi

Ribuan diplomat Afghanistan dan keluarganya dalam ketakutan akan nasibnya setelah Taliban berkuasa, antara meminta suaka hingga siap menjadi pengungsi

Editor: hasanah samhudi
AFP
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian (tengah), didampingi oleh asisten Menteri Luar Negeri Qatar Lolwah al-Khater (C-R), berbicara kepada seorang pengungsi muda dari Afghanistan di sebuah kompleks perumahan di Doha pada 13 September 2021. 

TRIBUNNEWS.COM – Ratusan diplomat Afghanistan di luar negeri dalam ketidakpastian setelah Taliban menguasai negeri itu bulan lalu.

Mereka kehabisan dana untuk operasional kedutaan. Di sisi lain, mereka ketakutan akan nasib keluarga di tanah airnya dan nasib mereka sendiri di tanah orang.

Selasa (14/9/2021), Taliban telah mengirim pesan ke semua kedutaan agar para diplomatnya melanjutkan pekerjaan seperti biasa.

Dilansir dari Al Jazeera, pengakuan delapan staf kedutaan di Kanada, Jerman, dan Jepang, yang berbicara kepada kantor berita Reuters dengan syarat anonim, justru menggambarkan bagaimana kedutaan tidak berfungsi.

“Rekan-rekan saya di sini dan di banyak negara memohon kepada negara-negara tuan rumah untuk menerima mereka,” kata seorang diplomat Afghanistan di Berlin, Jerman.

Baca juga: Taliban Kritik AS karena Setop Bantuan Afghanistan: Alih-alih Berterima Kasih, Aset Kami Dibekukan

Baca juga: 2.200 Diplomat dan Warga Sipil Telah Dievakuasi dari Afghanistan

Ia tidak ingin identitasnya disebutkan karena takut istri dan empat putrinya di Kabul akan mengalami masalah.

“Saya benar-benar memohon. Para diplomat bersedia menjadi pengungsi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dia harus menjual segalanya, termasuk sebuah rumah besar di Kabul, dan mulai dari awal lagi.

Penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan Mullah Amir Khan Muttaqi mengatakan pada konferensi pers di Kabul pada hari Selasa (14/9/2021) bahwa Taliban telah mengirim pesan ke semua kedutaan Afghanistan agar terus bekerja.

“Afghanistan banyak berinvestasi pada Anda, Anda adalah aset Afghanistan,” katanya.

Baca juga: 10 Warga Afghanistan Tiba di Jepang Kemungkinan Ajukan Visa Suaka

Baca juga: Taliban Temukan Uang Jutaan Dolar dan Emas Batangan di Rumah Mantan Wapres Afghanistan

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved