Breaking News:

Kecelakaan 5 Tahun Lalu Menewaskan 15 Orang, Presiden Perusahaan Bus di Jepang Mengaku Tak Bersalah

Presiden perusahaan bus dan mantan karyawan itu dituduh melakukan cedera fatal yang tidak disengaja hingga menyebabkan tewasnya 15 orang.

Editor: Dewi Agustina
Foto Mainichi
Kecelakaan bus swasta pada 15 Januari 2016 yang mengakibatkan sopir dan 15 penumpang anak sekolah meninggal dunia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Misaku Takahashi (60), presiden perusahaan Tokyo "ESP" dan Tsuyoshi Arai (53), mantan karyawan yang bertanggung jawab atas manajemen operasi, menyatakan diri bahwa mereka tidak bersalah di Pengadilan Negeri Nagano, Kamis (21/10/2021).

Presiden perusahaan bus dan mantan karyawan itu dituduh melakukan cedera fatal yang tidak disengaja hingga menyebabkan tewasnya 15 orang.

Sebelumnya Misaku Takahashi dan Tsuyoshi Arai dijadikan sebagai tersangka kasus kecelakaan bus di Kota Karuizawa, Prefektur Nagano, 15 Januari 2016, 5 tahun lalu.

Akibat kecelakaan itu, sopir bus meninggal dunia, dan sebanyak 15 orang termasuk mahasiswa juga tewas.

Sementara 26 orang lainnya luka-luka.

"Saya meminta maaf atas kecelakaan itu. Pengemudi tidak berada di bus besar di tempat kerja sebelumnya. Saya tidak mendengar hal tersbeut," papar Takahashi menolak dipersalahkan dalam kasus ini di pengadilan, Kamis (21/10/2021).

Sedangkan mantan karyawan Arai berkata, "Saya tidak menyangka akan mengalami kecelakaan seperti itu."

Pengacara terdakwa mengaku kliennya itu tidak bersalah.

"Saya tidak menyadari bahwa keterampilan mengemudi pengemudi yang menyebabkan kecelakaan itu cukup dewasa untuk melarang bisnis," katanya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved