Breaking News:

Jumlah Warga Jepang yang Mengakhiri Hidup Sepanjang Tahun 2020 Meningkat 912 dari Tahun Sebelumnya

Mengenai penyebab dan motif kasus mengakhiri hidup di kalangan wanita, antara lain perubahan lingkungan kerja karena penyebaran virus corona.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah orang Jepang yang mengakhiri hidupnya pada tahun 2020 sebanyak 21.081. Jumlah ini meningkat sebanyak 912 dari tahun sebelumnya (2019).

Demikian catatan Buku Putih Penanggulangan Bunuh Diri yang diputuskan oleh Kabinet Jepang pada tanggal 2 November 2021.

Ini merupakan peningkatan pertama sejak 2009 setelah guncangan Lehman.

Jumlah pria yang mengakhiri hidupnya menurun 23 dari tahun sebelumnya menjadi 14.055.

Jumlah itu merupakan penurunan 11 tahun berturut-turut, sementara jumlah wanita meningkat 935 menjadi 7.026, peningkatan pertama dalam dua tahun.

Dibandingkan dengan kasus yang sama di kalangan perempuan, dengan rata-rata selama lima tahun terakhir, "karyawan/pekerja" meningkat paling banyak.

Berdasarkan pekerjaan, "petugas", "petugas layanan lain", dan "petugas medis/kesehatan" jumlahnya juga meningkat.

Baca juga: Mulai 8 November 2021 Pemilik Visa Bisnis Sudah Bisa Masuk Jepang, Wajib Karantina Selama 3 Hari

Selain itu, mengenai penyebab dan motif kasus mengakhiri hidup di kalangan wanita, antara lain perubahan lingkungan kerja karena penyebaran virus corona.

Sebagai "masalah kerja" seperti perubahan lingkungan kerja dan hubungan manusia adalah yang paling umum.

"Saya tunjukkan bahwa hal itu memang ada. Dan tingkat kasus mengakhiri hidup meningkat di kalangan wanita khususnya," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (2/11/2021).

Pemerintah telah memutuskan untuk bekerja sama dengan organisasi swasta guna mempromosikan upaya pencegahan orang-orang yang berniat mengakhiri hidup, seperti memperluas sistem konsultasi menggunakan SNS (media sosial).

Sementara itu beasiswa dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved