Breaking News:

Joe Biden Kecam Upaya Pembunuhan Perdana Menteri Irak Al-Kadhimi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan keras mengutuk upaya pembunuhan Perdana Menteri Irak Al-Kadhimi, Minggu (7/11/2021).

AFP
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang berakhirnya perang di Afghanistan, di Gedung Putih pada 31 Agustus 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan keras mengutuk upaya pembunuhan Perdana Menteri Irak Al-Kadhimi, Minggu (7/11/2021).

Al-Kadhimi menjadi sasaran drone di rumahnya di Zona Hijau Ibu Kota Baghdad.

Menurut Associated Press, Al-Kadhimi berhasil selamat dalam serangan tetapi anggota keamanannya terluka.

Dilansir Forbes, Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan Gedung Putih bahwa ia “lega” Perdana Menteri Irak tersebut tidak terluka dalam serangan pesawat tak berawak yang gagal.

Baca juga: Ajudan Joe Biden yang Ikut Pertemuan COP26 di Skotlandia Positif Terinfeksi Covid-19

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang berakhirnya perang di Afghanistan, di Gedung Putih pada 31 Agustus 2021.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang berakhirnya perang di Afghanistan, di Gedung Putih pada 31 Agustus 2021. (AFP)

Biden juga memuji “kepemimpinan yang telah ia (Al-Kadhimi) tunjukkan dalam menyerukan ketenangan, pengekangan, dan dialog” untuk melindungi demokrasi Irak.

Perdana menteri muncul di televisi tak lama setelah serangan itu – dengan pergelangan tangannya di perban, menurut New York Times.

Ia juga mengunggah cuitan di Twitter dan mengabarkan kondisinya pascaserangan drone di kediamannya.

Baca juga: Dari Irak ke Belarus: Bagaimana Para Pengungsi Bisa Sampai ke Eropa?

Baca juga: ISIS Serang Sebuah Desa di Irak Timur karena Tak Diberi Uang Tebusan, 11 Warga Sipil Tewas

"Saya baik-baik saja, terima kasih Tuhan," kata perdana menteri.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved