Breaking News:

PM Kishida Akan Aktif Memberlakukan Undang-Undang Magnitsky versi Jepang

PM Jepang Fumio Kishida akan aktif memberlakukan Undang-Undang Magnitsky versi Jepang, yang menjatuhkan sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia seri

Richard Susilo
PM Jepang Fumio Kishida di kantor PM Jepang menjelang jumpa persnya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  PM Jepang Fumio Kishida akan aktif memberlakukan Undang-Undang Magnitsky versi Jepang, yang menjatuhkan sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia serius di luar negeri.

“Seperti kita ketahui Gen  Nakatani yang bertugas khusus menangani hak asasi manusia (HAM) berpartisipasi dalam kegiatan bipartisan dan juga berpartisipasi dalam diskusi tentang revisi undang-undang. Namun, selama dia aktif sebagai ajudan hak asasi manusia sebagai pemerintah, pemerintah secara keseluruhan," kata PM Kishida.

Selanjutnya ditambahkan, "Kita harus bekerja sama secara tegas dengan kebijakan. Saya pikir debat bipartisan masih berlanjut mengenai revisi undang-undang yang diajukan. Pemerintah harus mengambil keputusan tegas setelah mengamati situasi di daerah itu dengan cermat. Pemerintah akan membuat keputusan, dan Saya berharap  Nakatani akan bertindak sesuai dengan kebijakan itu.”

Apa itu UU Magnitsky?

Nama resmi Undang-Undang Magnitsky (bahasa Inggris: Magnitsky Act) adalah "2012 Rusia Moldova Jackson-Vanick Elimination dan Sergei Magnitsky Act's Accountability Act" gara-gara  tahun 2009  akuntan pajak Rusia Sergei Magnitsky meninggal dunia.

Disahkan oleh Parlemen AS pada Desember 2012 dengan tujuan menghukum pejabat pemerintah Rusia yang bertanggung jawab atas kematian di sebuah penjara di Moskow dan memberi Rusia status hubungan perdagangan normal yang permanen.

RUU bipartisan  ditandatangani oleh Presiden Obama. Sejak 2016, undang-undang global memberdayakan pemerintah AS untuk memberikan sanksi kepada orang-orang yang dianggap sebagai pelanggar hak asasi manusia, membekukan aset mereka, dan melarang masuk ke Amerika Serikat.

Pada tahun 2009, pengacara pajak Rusia Sergei Magnitsky meninggal di penjara Moskow setelah menyelidiki penipuan $ 230 juta yang melibatkan otoritas pajak Rusia.

Di penjara, Magnitsky menderita batu empedu, pankreatitis, dan kolesistitis kalkulus, dan ditolak pengobatannya selama beberapa bulan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved