Breaking News:

Virus Corona

Potret Pecahnya Kerusuhan di Eropa Saat Demo Pembatasan Covid-19

Eropa tengah memberlakukan pembatasan bagi warga yang tidak divaksin Covid-19, mereka lantas turun ke jalan memprotes mandat tersebut.

Kenzo TRIBOUILLARD / AFP
Seorang pengunjuk rasa, dengan topeng anonim, memegang batu ketika bentrokan meletus selama demonstrasi menentang langkah-langkah Covid-19, termasuk kartu kesehatan negara itu, di Brussels pada 21 November 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan ribu orang berbaris di Ibu Kota Belgia, Brussel, untuk memprotes kebijakan pembatasan Covid-19 yang diberlakukan pemerintah.

Beberapa pengunjuk rasa melemparkan kembang api ke arah petugas polisi.

Menanggapi aksi tersebut, aparat berwajib lantas membalas dengan semprotan gas air mata dan meriam air.

Melansir BBC, demonstran turun ke jalan menentang penggunaan kartu pas Covid dan lockdown bagi orang yang tidak divaksin memasuki tempat-tempat umum, seperti restoran atau bar.

Baca juga: Syarief Hasan Beri Penghargaan kepada Carina Joe Ilmuwan Indonesia Penemu Vaksin Oxford-AstraZeneca

Baca juga: Korps Marinir AS Catat Rekor Vaksinasi Covid-19 Terburuk di Militer

Demo di Brussel, Belgia
Seorang pengunjuk rasa, dengan topeng anonim, memegang batu ketika bentrokan meletus selama demonstrasi menentang langkah-langkah Covid-19, termasuk kartu kesehatan negara itu, di Brussels pada 21 November 2021.

Peristiwa ini terjadi beberapa waktu setelah protes di Belanda terkait hal sama.

Pada Sabtu (20/11/2021), orang melemparkan kembang api ke arah polisi dan membakar sepeda di Den Haag.

Protes di Rotterdam itu berubah menjadi kekerasan hingga aparat kepolisian akhirnya melepaskan tembakan.

Di Austria, ribuan orang juga turun ke jalan memprotes hal yang sama.

Di tempat terpisah, kemarahan warga Kroasia dan Italia memuncak atas lockdown baru yang ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, di Belgia, aturan tentang masker wajah telah diperketat, termasuk di tempat-tempat seperti restoran di mana izin Covid sudah diperlukan, dan sebagian besar orang Belgia juga harus bekerja dari rumah empat hari seminggu hingga pertengahan Desember.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved