Virus Corona

Lebih Dari 21.000 Anak-anak Di Bawah Usia 10 Tahun Terinfeksi Corona Dalam 8 Hari Terakhir

Lebih dari 21.000 anak-anak usia di bawah 10 tahun terinfeksi corona dalam 8 hari terakhir ini hingga kemarin (8/2/2022).

Foto Richard Susilo
Anak-anak di taman kanak-kanak Jepang yang diajak jalan-jalan gurunya setiap pagi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Lebih dari 21.000 anak-anak usia di bawah 10 tahun terinfeksi corona dalam 8 hari terakhir ini hingga kemarin (8/2/2022).

Di Tokyo, infeksi anak-anak di bawah usia 10 tahun telah meningkat menjadi lebih dari 21.000 orang hanya dalam delapan hari hingga tanggal 8 bulan ini, yang hampir sama dengan bulan lalu, dan menyebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebanyak 21.088 anak di bawah usia 10 tahun dipastikan terinfeksi virus corona baru selama delapan hari hingga 8 bulan ini di Tokyo, terhitung 14,6% dari total yang terinfeksi di Tokyo.

"Jumlahnya sudah hampir sama dengan bulan Januari 2022, yaitu 21.433 orang," ungkap seorang pejabat pemda Tokyo Rabu (9/2/2022).

Juga, persentase totalnya sekitar 4 poin lebih tinggi dari bulan lalu.

Membandingkan delapan hari bulan ini dengan bulan Agustus tahun lalu di gelombang kelima, jumlah orang tiga kali lebih tinggi dan rasionya lebih dari 9 poin lebih tinggi, dan infeksi pada anak-anak menyebar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain itu, ketika remaja berusia di bawah 10 tahun, sekitar 26% dari semua kasus dipastikan terinfeksi bulan ini, dan sekitar 1 dari 4 orang berusia di bawah 20 tahun.

Di Tokyo, taman kanak-kanak,  dan sekolah dasar ditutup satu demi satu, dan menurut survei Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi, 24,1% sekolah dasar negeri ditutup  pada bulan lalu. 

Penanggung jawab kota mengatakan, "Saya khawatir jumlah positif baru akan meningkat karena penyebaran infeksi ke orang tua dan orang lain di rumah, dan akibatnya, itu akan mempengaruhi kegiatan sosial. Bagi yang merasa sehat, mungkin jangan pergi ke sekolah. Saya ingin Anda mengambil tindakan menyeluruh di sekolah dan di rumah," ungkap pejabat itu lagi.

Sementara pemberian beasiswa belajar ke Jepang tetap diberikan pemerintah Jepang. Informasi lengkap mengenai beasiswa dapat ditanyakan ke: info@sekolah.biz

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved