Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Tak Main-main Dengan Senjata HIMARS Kiriman AS, Kembali Ancam Ukraina Dengan Pernyataan Ini

Utusan itu mencatat bahwa darknet sekarang dipenuhi dengan tawaran untuk menjual persenjataan yang telah diterima Ukraina dari AS.

Editor: Hendra Gunawan
AFP
Dalam file foto ini diambil pada 09 Juni 2021, peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 AS menembakkan salvo selama latihan militer "Singa Afrika" di wilayah Grier Labouihi di Maroko tenggara. Amerika Serikat mengirim Himars ke beberapa sistem roket canggih ke Ukraina, kata seorang pejabat AS pada 31 Mei 2022, mengakhiri berhari-hari spekulasi atas peningkatan terbaru bantuan militer ke Kyiv dalam perangnya melawan Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM -- Moskow beberapa kali menegaskan segera merespons jika Rusia diserang dengan sistem senjata jarak jauh.

Demikian diungkapkan Kepala Delegasi Rusia untuk Perundingan Keamanan Militer dan Kontrol Senjata di Wina, Austria, Konstantin Gavrilov kepada saluran TV Rossiya-24, Kamis (9/6/2022).

“Kami secara khusus menyoroti pengiriman (ke Ukraina) howitzer jarak jauh dan HIMARS MLRS yang mengancam tidak hanya Donbass tetapi juga Rusia.

Kami telah dengan jelas menetapkan sikap Rusia: jika Federasi Rusia diserang dengan sistem serangan jarak jauh ini. Tanggapan terhadap pusat pengambilan keputusan akan segera," tegasnya.

Baca juga: Tentara Ukraina Kesulitan Operasikan Senjata Canggih Bantuan Amerika dan Sekutunya

Utusan itu mencatat bahwa darknet sekarang dipenuhi dengan tawaran untuk menjual persenjataan yang telah diterima Ukraina dari AS.

"Saya pikir, ini terjadi bukan tanpa keterlibatan militer dan kepemimpinan politik Ukraina. Saya tidak mengesampingkan apa pun lagi," tambahnya.

Ilustrasi/ Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), M142 buatan AS.
Ilustrasi/ Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), M142 buatan AS. (AFP / TED ALJIBE)

Menurut diplomat itu, janji rezim Kiev bahwa Ukraina tidak akan menggunakan sistem HIMARS untuk menyerang Rusia "tidak bernilai sepeser pun."

Pekan lalu, pemerintahan Biden mengumumkan bahwa mereka akan memberikan paket bantuan militer baru ke Ukraina yang akan mencakup pengiriman senjata dan amunisi HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi).

Baca juga: Moskow Tantang Lawan Pasokan Senjata Jarak Jauh Barat Dengan Pendudukan Ukraina Lebih ke Dalam

Dikatakan bahwa batch pertama akan mencakup empat sistem roket. Para pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa jangkauan serang dari peluncur roket ringan beroda HIMARS tidak akan melebihi 80 kilometer.

Seperti yang ditegaskan Washington, Kiev memberikan jaminan bahwa sistem roket AS tidak akan digunakan untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan jaminan Kiev bahwa mereka tidak akan menggunakan sistem senjata buatan AS ini terhadap target di wilayah Rusia tidak ada artinya dan tidak dapat dipercaya.

Lantas, seperti apa kecanggihan HIMARS?

Dikutip dari The Guardian, sistem M142 HIMARS (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi) adalah versi roda-mount yang dimodernisasi.

Sistem ini lebih ringan dan lebih gesit dari M270 MLRS yang dipasang di trek yang dikembangkan pada tahun 1970-an untuk pasukan AS dan sekutu.

HIMARS yang diberikan ke Ukraina akan memiliki jangkauan sekitar 80km, kata seorang pejabat AS.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan