Ratu Elizabeth II Meninggal

Berlian di Mahkota Ratu Elizabeth II Tuai Polemik, Afrika Minta Kerajaan Inggris untuk Mengembalikan

Berlian yang dikenal dengan sebutan Great Star of Africa atau Cullinan I telah memicu perdebatan besar antara Afrika Selatan dengan Kerajaan Inggris

KIRSTY WIGGLESWORTH / POOL / AFP
Peti mati Ratu Elizabeth II, yang ditutupi Royal Standard dengan Mahkota Negara Kekaisaran dan bola dan tongkat kerajaan, dibaringkan di atas catafalque saat anggota masyarakat melewati Westminster Hall, di Istana Westminster, di London pada 16 September 2022. Masyarakat Afrika Selatan meminta kerajaan Inggris untuk mengembalikan berlian terbesar di dunia bernama Great Star, yang saat ini tengah berada di mahkota dan tongkat Ratu Elizabeth II. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, CAPE TOWN – Masyarakat Afrika Selatan meminta kerajaan Inggris untuk mengembalikan berlian terbesar di dunia bernama Great Star, yang saat ini tengah berada di mahkota dan tongkat Ratu Elizabeth II.

Usai kematian Ratu Inggris pada 8 September, sebuah berlian yang dikenal dengan sebutan Great Star of Africa atau Cullinan I belakangan telah memicu perdebatan besar antara Afrika Selatan dengan kerajaan Inggris.

Berlian terbesar di dunia dengan bobot sekitar 3.106 karat awalnya dibeli oleh pemerintah Transvaal Afrika Selatan pada 1907, karena pada saat itu Afrika Selatan berada di bawah kekuasaan Inggris.

Baca juga: Pangeran Harry Kenakan Seragam Militer saat Menjaga Peti Ratu Elizabeth II

Maka sebagai bentuk penghormatan pemerintah Afrika kepada Raja Inggris saat itu yaitu Raja Edward VII.

Berlian tersebut lantas diberikan sebagai bentuk hadiah kepada otoritas Inggris, seperti dikutip dari CNN International, Minggu (18/9/2022).

Seiring berjalannya waktu, bongkahan berlian tersebut dipotong menjadi 9 bagian, potongan berlian berwarna merah muda yang paling besar disematkan pada ujung tongkat kerajaan milik Ratu Elizabeth II, sementara potongan Cullinan II lainnya diletakan di mahkota yang kerap dipakai para pemimpin Kerajaan Inggris.

“Berlian Cullinan diberikan kepada Raja Edward VII (raja Inggris saat itu) pada tahun 1907, dua tahun setelah penemuannya di tambang pribadi di Afrika Selatan. provinsi Transvaal lama,” jelas Royal Collection Trust, yang mengawasi koleksi kerajaan keluarga kerajaan Inggris.

Namun tak lama usai Ratu Elizabeth II mangkat, lebih dari 6.000 orang di Afrika Selatan menandatangani petisi yang meminta agar kerajaan Inggris mengembalikan Great Star sehingga berlian langka tersebut dapat dipajang di museum Afrika Selatan.

Meski pemilik Great Star of Africa dan batu permata lainnya yang ditambang dari negara itu hingga kini masih menjadi perdebatan, akan tetapi rakyat Afrika Selatan menilai bahwa berlian itu sebenarnya milik warisan leluhur mereka.

Baca juga: Lebih dari 100 Bioskop di Inggris Bakal Tayangkan Prosesi Pemakaman Ratu Elizabeth II 

Alasan tersebut yang membuat ribuan orang Afrika Selatan memandang akuisisi permata berlian oleh Inggris ini tidak sah.

"Berlian Cullinan I harus dikembalikan ke Afrika Selatan dengan segera," kata aktivis asal Afrika Selatan, Thanduxolo Sabelo.

Tak hanya meminta berlian dikembalikan, masyarakat Afrika Selatan bahkan menuntut kerajaan Inggris untuk membayarkan biaya kompensasi atas berlian, emas serta batu permata yang telah diambil Inggris selama masa penjajahan.

“Kami mengalami kemiskinan yang menyakitkan, kami juga menghadapi masalah pengangguran massal dan meningkatnya tingkat kejahatan karena penindasan dan kehancuran yang disebabkan oleh Ratu Elizabeth dan nenek moyangnya. Berlian Cullinan harus dikembalikan ke Afrika Selatan dengan segera," ujar Sabelo.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved