Tolak Pemakaman Shinzo Abe, Pria Ini Lakukan Aksi Bakar Diri di Dekat Kantor Perdana Menteri

Seorang pria berusia sekitar 50 tahun melakukan aksi bakar diri dekat kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo, menolak upacara pemakaman Shinzo Abe.

Editor: Choirul Arifin
IST
Polisi menyelidiki lokasi bakar diri seorang pria di dekat Kantei (kantor PM Jepang) di Nagatachi, Tokyo, Rabu (21/9/2022) pagi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Seorang pria berusia sekitar 50 tahun melakukan aksi bakar diri di lokasi dekat kantor PM Jepang (Kantei) di Nagatacho Tokyo, Rabu pagi ini (21/9/2022)

Sebelum membakar diri, pria tersebut berteriak dan membawa poster di tangannya menyatakan "Menentang" terhadap upacara pemakaman mantan PM Jepang Shinzo Abe.

"Polisi masih menyelidiki kasus ini," papar seorang polisi kepada Tribunnews.com pagi ini (21/9/2022).

Penentang upacara pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang Shinzo Abe mencapai lebih dari 50 persen di Jepang dan tampaknya semakin banyak.

Bahkan berbagai kelompok mencapai 83 kelompok penentang di Jepang bersatu dengan jumlah melebihi 120.000 orang sempat melakukan unjuk rasa menentang upacara pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang Shinzo Abe yang akan diselenggarakan 27 September di Budokan Tokyo.

"Penyelenggaraan itu bertentangan dengan Konstitusi Jepang," tekan  Dr. Masaki Ina (72), khusus kepada Tribunnews.com.

Baca juga: 2000 Polisi Jepang Dikerahkan Untuk Amankan Upacara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Dr. Masaki Ina adalah lulusan Doktor Universitas Hokkaido, Penasihat, Institut Penelitian Perdamaian, Universitas Kristen Internasional (ICU) dan  Mantan ketua panitia pengarah Kelompok Studi Teori Konstitusi.

Menurutnya lagi, keputusan penyelenggaraan pemakaman kenegaraan tidak boleh dilakukan oleh kabinet Kishida.

"Itu harus ditanyakan dulu kepada rakyat melalui parlemen, meminta persetujuan rakyat akan penyelenggaraan upacara kenegaraan tersebut. Hal ini tidak dilakukan dan melanggar Pasal 21 Konstitusi yang menyatakan kebebasan menyatakan ekspresi," tekannya lagi.

Baca juga: 83 Kelompok Terbesar di Jepang, Menentang Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe

Sementara itu informasi beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved