Mengenang jasa besar raja Hawaii, kepala negara pertama yang keliling dunia dan menghidupkan kembali budaya di negaranya
Dalam banyak hal, setiap langkah hula, pesta tradisional, dan frasa bahasa Hawaii itu adalah bentuk pengakuan terhadap upaya raja…
Dia pernah minum teh bersama Ratu Inggris, diberkati oleh Paus, dan menyebarkan budaya Hawaii ke seluruh dunia, lalu menghidupkan kembali budaya di tanah airnya.
Keheningan menyelimuti penonton di Stadion Edith Kanaka'ole di Hilo, Hawaii, saat sekelompok penari hula tampil di atas panggung.
Mereka bergerak dengan anggun, serempak, dan berirama, meneriakkan mele (nyanyian) saat menggambarkan adegan mitos Hawaii kuno.
Pertunjukan hula, yang merupakan bagian dari Festival tahunan Merrie Monarch, bukan sekadar tontonan, tapi merupakan perayaan budaya Hawaii yang kuat. Selama bertahun-tahun, pertunjukan ini dilarang.
Festival Merrie Monarch yang digelar selama seminggu (yang merayakan ulang tahun ke-60 pada April) disebut sebagai "Olimpiade hula".
Festival ini mengabadikan praktik tarian dan nyanyian sakral berusia berabad-abad, yang melestarikan dan menggambarkan bahasa, sejarah, budaya, dan agama asli Hawaii.
Setiap tahun, ribuan orang Hawaii turun ke Big Island untuk menghadiri acara tersebut. Sementara ribuan lainnya menonton siaran langsung persaingan 23 hālau (grup hula) terbaik Hawaii itu di TV.
Festival ini tidak hanya sekadar kontes hula, tapi juga pertunjukan tari, pameran seni, dan kerajinan. Parade kerajaan yang melintasi pusat kota Hilo dianggap sebagai pertunjukan budaya Hawaii terbesar di dunia.
"Ini adalah satu minggu dalam setahun, di mana kami merayakan menjadi orang Hawaii," kata Kū Kahakalau, pakar bahasa dan budaya Hawaii.
"Dan itu semua berkat upaya Raja Kalākaua."
Dijuluki "The Merrie Monarch", Raja David La'amea Kalākaua adalah raja terakhir Hawai'i.
Dia memerintah Kerajaan Hawai'i sejak 1874 sampai kematiannya pada 1891. Kenaikan tahtanya diwarnai perdebatan.
Tak lama setelah kematian Raja Kamehameha IV, yang keluarganya telah memerintah kerajaan sejak 1795, badan legislatif Hawai'i memutuskan untuk memilih ali'i (pemimpin bangsawan) asli, alih-alih janda raja.
Keputusan itu memicu kerusuhan besar-besaran. Saat pendukung ratu menyerbu gedung pengadilan Honolulu, pelaut Inggris dan Amerika yang ditempatkan di pelabuhan Honolulu dipanggil untuk memadamkan pertempuran.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.