Rabu, 8 April 2026

Mengapa dan sejak kapan pria beragama Kristen tidak wajib disunat?

Praktik sunat telah dikaitkan dengan ritual agama selama ribuan tahun. Namun, mengapa banyak pria Kristen tidak bersunat, padahal…

BBC Indonesia
Mengapa dan sejak kapan pria beragama Kristen tidak wajib disunat? 

Pada hari kedelapan setelah lahir, Yesus disunat — seperti yang dialami setiap laki-laki Yahudi.

Namun praktik ini ditinggalkan oleh para pengikutnya, tidak seperti ritual lain yang dipertahankan dan masih dilakukan oleh penganut Yudaisme dan Kristen, semisal merayakan Natal dan Hanukkah atau Paskah pada tanggal yang sama.

Dan jawaban mengapa orang Kristen tidak memotong kulup bayi laki-laki tertera di dalam Alkitab.

Menurut Perjanjian Baru, perpecahan antara Yudaisme dan Kristen mengenai sunat terjadi sekitar tahun 50.

Adapun tokoh utamanya adalah Santo Paulus dan Santo Petrus, yang berdebat seru mengenai topik tersebut.

"Itu adalah konflik institusional pertama di dalam Gereja," jelas Miguel Pastorino, profesor Filsafat Agama dan Filsafat Antropologi di Universitas Katolik Uruguay sekaligus mantan pendeta, kepada BBC Mundo.

Santo Paulus — yang pada waktu itu masih berpredikat Paulus dari Tarsus — telah berubah dari pembela Hukum Musa yang gigih serta penganiaya murid-murid Yesus, menjadi orang paling antusias dalam menyebarkan ajaran Yesus di seluruh dunia, menurut Alkitab.

Paulus dari Tarsus, seperti Petrus dari Galilea, Yesus dari Nazaret, dan para rasul adalah seorang Yahudi.

Bersama-sama mereka membentuk kelompok Kristen Yahudi dan mengalami ritual sunat.

Saat itu, agama Yahudi adalah satu-satunya agama monoteistik, ketika orang Yunani, Romawi, dan Mesir percaya pada banyak dewa.

Bagi orang Yahudi, Tuhan telah bersabda kepada Abraham: "Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu tepati, antara kamu, Aku, dan keturunanmu: setiap laki-laki di antara kamu harus disunat."

Selain umat Yahudi, umat Islam meneruskan praktik tersebut hingga saat ini.

Referensi mengenai sunat dalam agama Islam tertera dalam hadis Nabi Muhammad.

Sunat dalam sejarah

Memotong kulup, yaitu membuang kulit penis yang menutupi kepala penis, merupakan praktik yang tidak dimulai dengan agama, tetapi jauh sebelumnya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved