Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Israel-Hamas Sepakat Gencatan Senjata Sementara, Joe Biden Puji Netanyahu, Singgung soal Sandera AS

Joe Biden menyambut baik kesepakatan pembebasan tawanan yang ditahan oleh Hamas.

Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Presiden AS Joe Biden (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan). Joe Biden menyambut baik kesepakatan pembebasan tawanan yang ditahan oleh Hamas. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, telah memberikan pernyataan terkait kesepakatan perjanjian gencatan senjata Israel dengan Hamas.

Joe Biden menyambut baik kesepakatan pembebasan tawanan yang ditahan oleh Hamas.

Ia berterima kasih kepada Syeikh Tamim bin Hamad Al-Thani dari Qatar dan Presiden Abdel-Fattah el-Sisi dari Mesir atas kepemimpinan dan kemitraan penting mereka dalam mencapai kesepakatan ini.

Biden juga memuji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kesepakatan itu.

“Menghargai komitmen yang dibuat oleh Perdana Menteri Netanyahu dan pemerintahannya dalam mendukung perpanjangan jeda," ujarnya, Rabu (22/11/2023), dikutip dari Al Jazeera.

“Saya berharap dapat berbicara dengan masing-masing pemimpin ini dan tetap berhubungan erat saat kami berupaya memastikan kesepakatan ini dilaksanakan secara keseluruhan."

“Semua aspek dari perjanjian ini harus dilaksanakan sepenuhnya,” jelas Joe Biden.

Baca juga: Peran, Posisi, dan Alasan Qatar Sering Jadi Mediator Perang Israel-Hamas

Pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih tidak mengulangi rincian spesifik kesepakatan yang telah dikeluarkan oleh Israel, Hamas, dan Qatar yang bertindak sebagai mediator.

Namun, pernyataan Joe Biden memang merujuk secara khusus pada warga AS.

“Kesepakatan hari ini harus membawa pulang sandera Amerika tambahan, dan saya tidak akan berhenti sampai mereka semua dibebaskan,” imbuh dia.

3 Warga AS akan Dibebaskan

Seorang pejabat senior AS mengatakan, sandera yang dibebaskan akan mencakup tiga orang Amerika, termasuk seorang gadis berusia tiga tahun.

Menurutnya, pembebasan sandera pertama diperkirakan terjadi pada Kamis (23/11/2023) pagi dan jumlah sandera yang dibebaskan bisa bertambah.

“Kesepakatan tersebut pada akhirnya disusun untuk memberikan insentif bagi pembebasan yang berusia di atas 50 tahun,” kata pejabat senior tersebut, Rabu, dilansir The Guardian.

Ia menambahkan, perjanjian itu sekarang disusun untuk perempuan dan anak-anak pada tahap pertama, tetapi dengan harapan untuk pembebasan lebih lanjut.

Baca juga: Israel Setuju Gencatan Senjata 4 Hari, Hamas Tukar 50 Sandera dengan Pembebasan 150 Warga Palestina

Ilustrasi - Asap mengepul selama pemboman militer Israel di Jalur Gaza utara pada 15 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas.
Ilustrasi - Asap mengepul selama pemboman militer Israel di Jalur Gaza utara pada 15 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. (FADEL SENNA / AFP)

Perjanjian Pembebasan Sandera

Israel dan Hamas telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata sementara yang akan memungkinkan pembebasan sekitar 50 orang yang ditawan di Gaza sejak Hamas menyerbu Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan