Selasa, 14 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Pembunuhan Pascal Sleiman: Sejarah Ketegangan antara Hizbullah dan Pasukan Lebanon

Pembunuhan seorang pejabat LF baru-baru ini, serta berlanjutnya bentrokan antara Hizbullah dan Israel, telah membuat Lebanon berada dalam krisis.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
Al Monitor
Pascal Sleiman. Pembunuhan seorang pejabat LF baru-baru ini, serta berlanjutnya bentrokan antara Hizbullah dan Israel, telah membuat Lebanon berada dalam krisis. 

TRIBUNNEWS.COM - Lebanese Forces (LF) atau Pasukan Lebanon, partai politik Kristen sayap kanan di Lebanon, menyebut kematian salah satu pemimpinnya, Pascal Sleiman, bermuatan politik.

Pernyataan itu berbeda dari yang dikeluarkan militer Lebanon.

Militer Lebanon mengatakan Pascal Sleiman dibunuh oleh anggota geng dalam insiden pembajakan mobil di dekat Jbeil pada hari Minggu (7/4/2024), sebelum mereka membawa jenazahnya ke Suriah.

Pasukan Lebanon (LF), bersama para pendukungnya dan warga lainnya, tidak mau menerima temuan ini.

Pengawasan kemudian dilakukan terhadap dua kelompok yang secara tradisional dimusuhi oleh partai tersebut: pengungsi Suriah dan Hizbullah.

Pada saat Hizbullah, sebuah gerakan bersenjata dan kekuatan politik Syiah yang kuat, bentrok dengan Israel setiap hari di sepanjang perbatasan selatan, ketegangan dengan LF juga terjadi.

Hizbullah sebelumnya dituduh melakukan pembunuhan politik.

LF menuduh Hizbullah membunuh salah satu pejabatnya, Elias Hasrouni, di Lebanon selatan pada bulan Agustus lalu.

Hizbullah membantah tuduhan tersebut.

Kini, beberapa anggota Pasukan Lebanon menuduh Hizbullah juga membunuh Pascal Sleiman, atau mengklaim Hizbullah setidaknya berperan dengan membiarkan kematiannya.

Dalam pidato yang disampaikan pada hari Senin, sebelum konfirmasi kematian Sleiman, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan penculikan Sleiman tidak ada hubungannya dengan politik atau Hizbullah.

Gambar yang diambil dari TV al-Manar Hizbullah yang diambil pada tanggal 5 Januari 2024, menunjukkan pemimpin gerakan Syiah Lebanon Hizbullah Hassan Nasrallah menyampaikan pidato di televisi.
Gambar yang diambil dari TV al-Manar Hizbullah yang diambil pada tanggal 5 Januari 2024, menunjukkan pemimpin gerakan Syiah Lebanon Hizbullah Hassan Nasrallah menyampaikan pidato di televisi. (Al-Manar / AFP)

Baca juga: Cerita di Balik Pembantaian Mossad Atas Mohammad Srour, Warga Lebanon Penyalur Dana Iran ke Hamas 

Ia mengutuk tuduhan tersebut.

Charles Jabbour, seorang pejabat LF, mengatakan meskipun Hizbullah tidak membunuh Sleiman, dia akan tetap meminta pertanggungjawaban atas kematiannya.

Jabbour menegaskan bahwa partainya memegang kendali atas wilayah perbatasan dengan Suriah dan bertanggung jawab atas kurangnya kendali negara tersebut terhadap kekerasan.

“Ketegangan antara Hizbullah dan Pasukan Lebanon telah berlangsung selama bertahun-tahun,” ujar Imad Salamey, profesor di Universitas Lebanon Amerika, kepada Middle East Eye.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved