Kamis, 21 Mei 2026

Kisah perempuan yang jadi pendaki tercepat mencapai puncak Gunung Everest

Seorang ibu tunggal asal Nepal, Phunjo Jhangmu Lama, baru-baru ini mendaki Everest, salah satu puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya,…

Tayang:
BBC Indonesia
Kisah perempuan yang jadi pendaki tercepat mencapai puncak Gunung Everest 

"Dia cuma berbicara dengan saya selama beberapa menit dan cepat-cepat menuju Everest," kata dia.

Jarak antara South Col dan Everest sekitar 1,7 km, namun pendakiannya curam. Sherpa mengira Lama membutuhkan waktu hampir 20 jam untuk mencapai puncak.

"Dia sampai ke sana dengan waktu tempuh yang jauh lebih sedikit dari yang saya kira," ujar Sherpa.

Itu bukan berarti Sherpa tak mengalami tantangan di tengah lingkungan yang keras dan tak berpenghuni.

"Sangat sulit untuk bernapas dan makan secara normal ketika sudah berada di ketinggian 6.000 meter," ujarnya.

Level oksigen jauh lebih sedikit di ketinggian, ini membuat aktivitas seperti berlari kian rumit.

"Saya merasa cemas ketika saya dalam pendakian menuju Camp 4. Ada kemacetan [pendaki-pendaki yang antri]. Selama itu, saya takut dan khawatir karena tiap menit sama-sama pentingnya.

"Saya terjebak di sana selama satu jam. Lain dari itu, seluruh perjalanan sangat menyenangkan dan lancar."

Dia mencapai puncak pada 23 Mei tahun ini, yang bertepatan dengan waktu kelahiran Buddha.

Tendi Sherpa dan orang-orang Gurkha setempat menganggap Everest sebagai tempat suci.

“Ini benar-benar karma baik bagi saya,” kata Lama.

Dia memasang bendera bergambar Buddha dan berdoa sebelum mulai turun.

“Saat saya menelepon putri saya dari base camp, dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan memecahkan rekor saya.”

Putri Lama yang berusia 12 tahun mengetahui kesuksesan ibunya dari melihatnya di TV.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved