Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Kekuatan Hamas Bertambah, Tentara Israel Dilema: Tak Cukup Personel Perang di Gaza atau Tepi Barat

Pasukan pendudukan Israel harus mundur dari Gaza karena tidak ada cukup pasukan untuk bertempur di beberapa front pada saat yang sama

Via JPost
Tentara IDF beroperasi di Jalur Gaza, Januari 2024. Situasi di Tepi Barat membuat IDF terbagi fokusnya dalam perang multi-front. Krisis personel membuat IDF harus memutuskan fokus di palagan yang mana. 

Firas Khalifa (48 tahun), yang tinggal di kamp pengungsi Nour Shams di Tulkarem, mengatakan: “Infrastruktur hancur, internet hampir tidak berfungsi. Beberapa orang menelepon Bulan Sabit Merah untuk mengevakuasi mereka, namun tentara Israel tidak mengizinkan mereka untuk lulus.”  

Tentara Israel membantah kalau mereka membatasi akses medis dan mengatakan: Ini memfasilitasi pergerakan ambulans dan mengurangi kerusakan infrastruktur sipil.

Analis militer mengatakan, “Operasi saat ini menimbulkan risiko strategis bagi Israel, karena angkatan bersenjatanya berada di bawah tekanan akibat pertempuran selama hampir 11 bulan di Gaza dan meningkatnya konflik dengan Hizbullah, dan tentara sangat bergantung pada tentara cadangan paruh waktu yang mengatakan mereka kelelahan akibat perang terpanjang yang dilakukan Israel selama beberapa dekade.”

Shlomo Mofaz, mantan pejabat senior intelijen militer Israel, mengatakan: Operasi di Tepi Barat melibatkan ratusan tentara, termasuk pasukan yang dipindahkan ke lapangan dari kursus pelatihan dan pasukan cadangan sebagai bala bantuan.

Dia menambahkan: “Tentara perlu belajar bagaimana menyebar di beberapa arena. Mereka tidak punya pilihan.”

Pihak Israel tidak mengungkapkan tingkat kekuatan dalam operasinya di Tepi Barat, namun mengatakan: Brigade regional serta insinyur tempur ikut serta, dan tidak ada perkiraan kapan operasi akan berakhir.

KRISIS KRONIS - Petugas medis Israel mengevakuasi tentara IDF yang terluka. Layanan kesehatan Israel dilaporkan dalam situasi krisis kronis karena banyaknya korban IDF yang terluka dalam perang Gaza melawan Hamas.
KRISIS KRONIS - Petugas medis Israel mengevakuasi tentara IDF yang terluka. Layanan kesehatan Israel dilaporkan dalam situasi krisis kronis karena banyaknya korban IDF yang terluka dalam perang Gaza melawan Hamas. (Photo credit: Noam Revkin Fenton/Flash90)

Tenggelam di Lumpur Gaza

Terkait situasi di front lain, Gaza, analis Israel Avi Ashkenazi mengatakan pasukan zionis Israel (IDF) berada di ambang 'tenggelam dalam lumpur Gaza'.

"Pada bulan Agustus yang kelam ini, 15 tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza dan utara (front Lebanon). Ini adalah harga yang harus dibayar untuk perang yang melelahkan," demikian pernyataan laporan Avi Ashkenazi.

Ashkenazi juga mencatat bulan Agustus 2024 akan dikenang sebagai salah satu bulan paling berdarah bagi IDF.

Ashkenazi yang juga merupakan jurnalis Israel tersebut memberikan kritik pada kegigihan Israel untuk mempertahankan Koridor Philadelphia dan poros Netzarim, yang masih menjadi pokok perdebatan utama dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Ini terjadi satu hari sebelum keputusan resmi kabinet Israel untuk mempertahankan kendali atas jalur tanah sepanjang 14 kilometer yang memisahkan Gaza dari Mesir.

“Setiap keputusan keamanan harus dibayar dengan darah,” lanjut Ashkenazi.

“Sebelum kita terjerumus ke dalam lumpur, mari kita berhenti sejenak,” analis Israel itu memperingatkan negaranya, mengutip Palestine Chronicle, Sabtu (31/8/2024).

Seraya menambahkan, ia mendorong para pemimpin Israel untuk mempertimbangkan alternatif keamanan untuk mengakhiri negosiasi, membebaskan para sandera, dan menghentikan tembakan terhadap warga sipil.

Perkataan Ashkenazi menggemakan sentimen yang telah diungkapkan oleh pensiunan Jenderal Israel Yitzhak Brick dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Israel Haaretz pada tanggal 22 Agustus 2024 lalu.

Halaman
1234
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan