Konflik Rusia Vs Ukraina
Donald Trump Menuntut 500 Miliar Dolar atau Setara Rp 8.192 Triliun dari Ukraina
Presiden AS Donald Trump telah menuntut agar Ukraina memberikan $500 miliar dalam bentuk keuntungan ekonomi kepada AS,
Ia memperingatkan bahwa masa depan Ukraina bergantung pada penerimaan kesepakatan tersebut, dengan menyatakan:
"Mereka mungkin membuat kesepakatan. Mereka mungkin tidak membuat kesepakatan. Mereka mungkin menjadi orang Rusia suatu hari nanti, atau mereka mungkin bukan orang Rusia suatu hari nanti. Namun, saya ingin uang ini kembali."
Trump juga mengklaim bahwa AS telah menghabiskan $300 miliar untuk Ukraina, meskipun catatan kongres menunjukkan angkanya mendekati $175 miliar, yang sebagian besarnya dikeluarkan sebagai dana pinjam-sewa yang dapat dibayarkan kembali daripada hibah.
Dampak Strategis dan Politik
Pada Konferensi Keamanan Munich, Senator Lindsey Graham mengemukakan bahwa pendekatan Trump merupakan langkah taktis untuk mengalihkan opini publik agar mendukung keterlibatan AS yang berkelanjutan dengan menampilkan Ukraina sebagai aset ekonomi.
"Dia bisa menemui rakyat Amerika dan berkata, 'Ukraina bukanlah beban, melainkan keuntungan,'" kata Graham.
Ia lebih lanjut mencatat bahwa perjanjian tersebut akan mengikat Washington untuk membela masa depan Ukraina, dan menambahkan:
"Jika kita menandatangani perjanjian mineral ini, Putin akan kena masalah, karena Trump akan membela kesepakatan itu."
Kekayaan Sumber Daya Alam Ukraina: Sebuah Pemeriksaan Realitas
Meskipun Trump menganggap Ukraina sebagai sumber utama mineral strategis, para pakar industri mempertanyakan apakah kekayaan sumber daya alamnya sepenting yang diklaim.
Meskipun Ukraina memiliki cadangan litium terbesar di Eropa, harga litium global telah turun hingga 88% sejak 2022, sehingga mengurangi keuntungannya secara signifikan.
Selain itu, sebagian besar tanah Ukraina yang kaya mineral berada di dekat garis depan atau di wilayah yang dikuasai Rusia.
Industri gas serpih di Ukraina juga menghadapi biaya operasional yang tinggi, yang menyebabkan perusahaan besar seperti Chevron meninggalkan proyek di Ukraina dan Polandia.
SUMBER: AL MAYADEEN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-Presiden-AS-Donald-Trump-56346436.jpg)