Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Amerika Tolak Dukung Ukraina di PBB, Sekarang Berpihak ke Rusia?

Amerika Serikat Memilih Berpihak pada Rusia dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Invasi Ukraina.

Tayang:
Kremlin.ru
TRUMP DAN PUTIN - Foto ini diambil pada Selasa (25/2/2025) dari publikasi resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto sebelum melakukan pertemuan resmi Rusia-AS di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli 2018. Amerika Serikat Memilih Berpihak pada Rusia dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Invasi Ukraina 

Dikutip dari AFP, Richard Gowan, pakar dari International Crisis Group, mengatakan bahwa "taktik defensif Eropa melemahkan tuduhan diplomatik AS yang cukup kasar selama beberapa hari terakhir."  

Gowan juga menyatakan, "Saya pikir AS kemungkinan salah menghitung berapa banyak suara yang dapat mereka peroleh dalam waktu yang sangat singkat."  

Sebelumnya, integritas teritorial Ukraina adalah landasan resolusi yang disahkan oleh Majelis Umum PBB, dengan AS di bawah mantan presiden Joe Biden sebagai salah satu pendukung utamanya.  

Dorothy Shea, utusan Washington untuk PBB, mengatakan, "Baik amandemen ini, maupun resolusi yang ditawarkan Ukraina tidak akan menghentikan pembunuhan. PBB harus menghentikan pembunuhan."  

Shea mendesak semua negara anggota PBB untuk bergabung dalam mengembalikan misi utama PBB, yaitu perdamaian dan keamanan internasional.  

Setelah pemungutan suara, Mariana Betsa, wakil menteri luar negeri Ukraina, menegaskan, "Kami memiliki hubungan kerja yang sangat baik dengan Washington."  

Ini merujuk pada pertanyaan apakah manuver Washington telah menyebabkan putusnya hubungan AS-Ukraina.  

Dewan Keamanan PBB Jadi Sorotan

Setelah pemungutan suara di Majelis Umum PBB, Washington diharapkan akan membawa teks rancangannya ke pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB pada Senin waktu New York.  

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa AS akan memveto setiap amandemen yang diajukan oleh Rusia atau pun Eropa.  

Aturan PBB menyatakan bahwa anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China, tidak dapat memveto amandemen yang diajukan di Majelis Umum.  

Untuk disahkan di Dewan Keamanan PBB, sebuah resolusi memerlukan dukungan minimal sembilan dari 15 anggota dan tidak diveto oleh salah satu dari lima anggota tetap.  

Meskipun anggota Dewan Keamanan PBB dari Uni Eropa seperti Prancis, Slovenia, Denmark, dan Yunani serta Inggris memilih abstain, resolusi AS tetap dapat disahkan.  

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah Prancis atau Inggris akan siap menggunakan hak veto pertama mereka dalam lebih dari 30 tahun.  

Pemimpin Prancis, Emmanuel Macron, dan Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan untuk mengunjungi Gedung Putih minggu ini untuk melakukan pembicaraan penting tentang Ukraina.  

Serangan Udara Rusia di Kyiv Ukraina

Pada Selasa (25/2/2025) pagi, serangan udara Rusia menyebabkan seorang wanita berusia 44 tahun terluka dan merusak beberapa rumah di oblast Kyiv.  

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved