Senin, 11 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Amerika Tolak Dukung Ukraina di PBB, Sekarang Berpihak ke Rusia?

Amerika Serikat Memilih Berpihak pada Rusia dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Invasi Ukraina.

Tayang:
Kremlin.ru
TRUMP DAN PUTIN - Foto ini diambil pada Selasa (25/2/2025) dari publikasi resmi Kremlin, memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto sebelum melakukan pertemuan resmi Rusia-AS di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli 2018. Amerika Serikat Memilih Berpihak pada Rusia dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Invasi Ukraina 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Senin (24/2/2025), Amerika Serikat (AS) menolak mendukung Ukraina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Gedung Putih memilih berpihak pada Rusia.

Washington memberikan suara menentang resolusi yang mengutuk invasi Moskow ke Ukraina.

Teks resolusi ini diterima secara luas oleh Majelis Umum PBB, namun AS menolaknya.  

Sebuah teks resolusi yang didukung Eropa, yang menandai peringatan ketiga perang tersebut, memperoleh 93 suara mendukung, 18 suara menentang, dan 65 abstain.

AS, bersama dengan Rusia, Belarus, Korea Utara, dan Sudan, memberikan suara menentang teks tersebut.  

Resolusi ini mengkritik keras Rusia dan menekankan integritas teritorial Ukraina serta tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan Ukraina.

Washington menyusun resolusi tandingan di tengah perseteruan yang semakin memanas antara Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.  

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebut teks AS sebagai "langkah ke arah yang benar" dalam pemulihan hubungan Rusia-AS di bawah Trump.  

Namun, sekutu AS, seperti Prancis, mengajukan amandemen terhadap teks AS.  

Prancis menyatakan bahwa mereka, bersama negara-negara Eropa lainnya seperti Inggris, tidak dapat mendukung teks tersebut dalam bentuknya saat ini.

Baca juga: Ukraina Kantongi 3,5 Miliar Euro dari Norwegia dan 1 Miliar Euro dari Spanyol

Negara-negara Eropa tersebut, yang mendukung Ukraina, mendorong perubahan teks rancangan AS dengan menyatakan bahwa "invasi skala penuh ke Ukraina" telah dilakukan oleh Rusia.  

Hongaria, yang dipimpin oleh Viktor Orban dan dikenal sebagai pemimpin pro-Putin di Eropa, menentang amandemen tersebut.  

Perubahan tersebut juga menegaskan kembali komitmen terhadap integritas teritorial Ukraina, yang dihilangkan dari teks rancangan AS.  

Usulan AS akhirnya diamandemen sedemikian rupa sehingga Washington memilih abstain pada teksnya sendiri saat majelis meloloskannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved