Minggu, 31 Agustus 2025

Paus Baru

Paus Leo XIV Serukan Penghentian Perang dalam Khotbah Minggu Pertamanya

Paus Leo XIV menyerukan penghentian konflik bersenjata di berbagai wilayah dunia, termasuk Gaza, Ukraina, dan perbatasan India-Pakistan

Penulis: Bobby W
Editor: Nuryanti
Tangkap Layar Youtube EWTN
KHOTBAH PAUS LEO - Tangkap layar dari EWTN saat Paus Leo XIV menyampaikan khutbah Minggu pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada hari Minggu (11/5/2025). Paus Leo XIV menyerukan penghentian konflik bersenjata di berbagai wilayah dunia, termasuk Gaza, Ukraina, dan perbatasan India-Pakistan, dalam pidato yang disampaikan di khutbah minggu pertamanya ini.  

Khotbah Paus Leo XIV tersebut pun mendapat sambutan hangat dari puluhan ribu jemaat yang memadati Lapangan Santo Petrus, termasuk rombongan paduan suara dari berbagai negara yang turut memeriahkan kunjungan ke Yubileum Suci Vatikan. .

Sebagai mantan Kardinal Robert Prevost yang pernah menjadi misionaris di Peru, Leo XIV membawa pengalaman mendalam tentang konflik sosial dan ketidakadilan, yang tercermin dalam visi kepemimpinannya yang menitikberatkan pada keadilan sosial dan kemanusiaan.

Ia berkomitmen melanjutkan reformasi Gereja yang digagas Paus Fransiskus, termasuk fokus pada pelayanan kepada masyarakat miskin dan penyelesaian konflik global.

Selain komitmennya untuk mendorong perdamaian global, nuansa kental Amerika Serikat di Khotbah pertamanya ini juga menjadi sorotan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Leo, mantan Kardinal Robert Prevost, adalah pemimpin Gereja Katolik pertama yang lahir di Amerika Serikat (AS).

Karena hal inilah, Khotbah Minggu pertama Leo di hadapan puluhan ribu jemaat di Lapangan Santo Petrus diwarnai penampilan unik dari paduan suara dari berbagai negara yang membawakan lagu-lagu dari AS.

Beberapa menit sebelum Paus berbicara, rombongan paduan suara berbaris di sepanjang jalan lebar menuju Vatikan sambil memainkan lagu-lagu seperti Y.M.C.A. oleh Village People, tema film Rocky , dan karya John Philip Sousa yang legendaris, Stars and Stripes Forever .

Kerumunan yang diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 orang oleh otoritas Italia juga disuguhi penampilan dari paduan suara Italia, Meksiko, dan negara-negara Amerika Latin lainnya yang datang ke Roma.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan