Misteri bocah 'reinkarnasi' pemimpin Tibet Panchen Lama yang hilang 30 tahun lalu
Tepat 30 tahun lalu, bocah laki-laki yang diidentifikasi sebagai tokoh kedua paling penting dalam agama Buddha Tibet menghilang. Kelompok-kelompok…

Dua foto itu ditunjukkan kepada para pejabat Kerajaan Bersatu (United Kingdom/UK).
Meski mereka diizinkan melihat foto-foto tersebut, pihak Britania tidak diperkenankan untuk menyimpannya.
BBC sudah berupaya mengklarifikasi status terkini dari Panchen Lama yang menghilang kepada pemerintah China.
Akan tetapi, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.
Apakah masih ada asa untuk menemukan Panchen Lama?
Para aktivis merilis sebuah ilustrasi yang memperkirakan Tibet bagaimana rupa Panchen Lama yang menghilang itu sebagai pria berusia 30 tahun.
Mereka dibantu bantuan seniman forensik Britania, Tim Widden.
Namun, upaya menemukan anak laki-laki berpipi merah dan gemuk dalam foto ikonik tersebut belum mendapat kemajuan.
Bagi banyak warga Tibet, ketidakpastian mengenai nasib Panchen Lama merupakan pengalaman yang traumatis.
Komunitas Tibet di India dan Eropa masih terus mengadakan protes publik mendesak pembebasannya.
"Membayangkan penahanannya selama 30 tahun saja sudah cukup menyakitkan. Kami berdoa dan berunjuk rasa setiap hari agar dia dibebaskan."
"Bagi rakyat Tibet, dia bukan hanya seorang pemimpin spiritual, melainkan juga harapan masa depan Tibet," tutur penulis dan aktivis Tibet yang berbasis di India, Tenzin Tsundue, kepada BBC.
"Saya percaya beliau masih hidup dan berharap untuk melihatnya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Tenzin Tsundue yakin China akan menggunakan Panchen Lama yang hilang untuk mengontrol narasi reinkarnasi Dalai Lama berikutnya.
Pemerintah Tibet di pengasingan mengatakan bahwa ketiadaan Panchen Lama amat dirasakan.
"Panchen Lama ke-10 memainkan peran penting dalam menjaga bahasa, agama, dan warisan budaya Tibet di bawah kekuasaan China," kata Tenzin Lekshay.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.