Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

6 Pendukung Pembebasan Sandera Israel Dibakar di AS, FBI Sebut 'Teror yang Direncanakan'

Seorang warga negara Mesir membakar enam orang pendukung pembebasan sandera Israel di Colorado, AS, Minggu waktu setempat.

freepik
PENDUKUNG ISRAEL DIBAKAR - Ilustrasi garis polisi. Seorang warga negara Mesir bernama Sabry Soliman (45) membakar enam orang pendukung pembebasan sandera Israel pada Minggu (1/6/2025) di Colorado, AS. FBI menganggap aksi yang dilakukan Soliman adalah 'teror yang direncanakan'. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria bernama Sabry Soliman (45) membakar enam pendukung pembebasan sandera Israel dengan menggunakan pelontar api atau flamethrower di Colorado, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (1/6/2025) waktu setempat.

Dikutip dari NBC News, peristiwa tersebut terjadi ketika digelarnya pawai yang menyuarakan agar sandera Israel yang ditahan oleh Hamas segera dibebaskan.

Kini, Sabry sudah ditahan dan diperiksa oleh Biro Penyelidikan Federal AS (FBI). 

Salah satu agen FBI di Denver, Mark Michalek, menuturkan bahwa tindakan Sabry adalah 'teror yang direncanakan'.

Sementara, korban luka berusia antara 67 sampai 88 tahun. 

Michalek menuturkan dari enam orang yang terluka, korban terparah kini dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Lalu, untuk korban lainnya hanya menderita luka ringan.

Adapun para pendukung pembebasan sandera Israel tersebut berasal dari kelompok bernama 'Run for Their Lives'.

Kelompok tersebut memang kerap menggelar aksi damai tiap minggunya sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

Baca juga: Qatar-Mesir Dukung Gencatan Senjata 60 Hari Menuju Permanen, Hamas Siap Negosiasi dengan Israel

Kepala Polisi Boulder Chicago, Stephen Redfearn, mengungkapkan pihaknya menerima laporan terkait serangan tersebut pada Minggu siang yang terjadi di depan Gedung Pengadilan Boulder County.

"Ada seorang pria dengan senjata dan... orang-orang dibakar," katanya.

Berdasarkan penyelidikan awal, pihak berwenang menyebut Soliman merupakan warga negara Mesir.

Dua pejabat penegak hukum senior di Chicago menduga tindakan Soliman dilakukan sendiri.

Selain itu, dirinya juga disebut tidak memiliki catatan kriminal. Belum diketahui motif dari Soliman hingga melakukan tindakan tersebut.

Kini, polisi tengah menyelidiki keterangan saksi yang menyebut Soliman memakai pakaian penata taman dan membaur dengan demonstran sebelum melakukan serangan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan