Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Qatar-Mesir Dukung Gencatan Senjata 60 Hari Menuju Permanen, Hamas Siap Negosiasi dengan Israel

Mediator Qatar dan Mesir mendukung gencatan senjata 60 hari menuju permanen. Hamas merespons dan siap lanjutkan negosiasi dengan Israel.

Telegram Brigade Al-Qassam
ANGGOTA BRIGADE AL-QASSAM - Foto ini diambil pada Minggu (9/2/2025) dari publikasi resmi Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) pada Sabtu (1/2/2025), memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam membawa foto 7 komandan mereka yang terbunuh dalam serangan Israel, selama pertukaran tahanan ke-4 pada Sabtu (1/2/2025). Pada 1 Juni 2025, Hamas mengumumkan siap memulai putaran baru untuk perundingan dengan Israel, menyusul pernyataan Qatar dan Mesir. 

TRIBUNNEWS.COM - Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengatakan pihaknya siap memulai putaran negosiasi tidak langsung dengan Israel.

Hamas mengatakan negosiasi tersebut harus mencapai kesepakatan yang mengarah pada gencatan senjata permanen dan penarikan penuh militer Israel dan Jalur Gaza.

"Kami siap untuk segera memulai putaran negosiasi tidak langsung untuk mencapai kesepakatan yang akan memberikan bantuan kepada rakyat kami dan mengakhiri tragedi kemanusiaan," kata Hamas dalam pernyataannya pada hari Minggu (1/6/2025).

Hamas menegaskan mereka menyambut baik upaya mediator Qatar dan Mesir yang mendukung rencana utusan Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff, untuk gencatan senjata 60 hari yang berlanjut menjadi gencatan senjata permanen.

"Kami menyambut baik upaya berkelanjutan Qatar dan Mesir untuk mengakhiri perang pendudukan di Jalur Gaza," kata Hamas, seperti diberitakan Al-Jazeera.

Qatar dan Mesir Dukung Gencatan Senjata Permanen

Sebelumnya, Qatar dan Mesir mengumumkan mereka akan menyelesaikan titik-titik pertikaian antara Hamas dan Israel guna mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Qatar dan Mesir merilis pernyataan bersama yang berisi harapan mereka untuk mencapai gencatan senjata 60 hari yang mengarah pada gencatan senjata permanen di Jalur Gaza.

Kedua mediator tersebut juga menegaskan akan berkoordinasi dengan sekutu Israel, AS, untuk mengatasi hambatan dalam negosiasi.

"Kami menyerukan semua pihak untuk bertanggung jawab dan mendukung upaya para mediator untuk mengakhiri krisis di Jalur Gaza dan memulihkan stabilitas dan ketenangan di kawasan tersebut," bunyi pernyataan tersebut, seperti diberitakan Sky News.

Pernyataan Qatar dan Mesir muncul setelah pada hari Sabtu (31/5/2025), utusan AS untuk Timur Tengah, Steven Witkoff, menolak tanggapan Hamas terhadap proposal yang ia ajukan untuk gencatan senjata selama 60 hari.

Baca juga: AS-Israel Tolak Tawaran Hamas untuk Bebaskan 10 Sandera Hidup dan 18 Jenazah

Hamas meminta gencatan senjata permanen, penarikan penuh atas militer Israel di Jalur Gaza, penyaluran bantuan kepada rakyat Palestina, serta pertukaran 10 sandera hidup dan 18 jenazah.

Namun, tanggapan tersebut ditolak oleh AS dan Israel dengan menyebutnya tidak dapat diterima.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan