Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

10 Negara Pemilik Nuklir di Dunia: AS hingga Korea Utara, Iran Masih dalam Pantauan IAEA

Iran belum resmi jadi negara nuklir. Tapi 9 negara lain sudah miliki senjata nuklir, dari yang legal hingga diam-diam. Ini datanya versi FAS & IAEA.

Pexels
ILUSTRASI FASILITAS NUKLIR - Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Hamelin, Jerman, pada tahun 2013. Iran dan AS sepakat melanjutkan perundingan nuklir, simak perkembangan terbaru. Daftar 10 Negara Pemilik Nuklir di Dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Meski Iran sering dikritik karena ambisi program nuklirnya, negara tersebut belum terbukti secara resmi memiliki senjata nuklir.

Di luar Iran, ada 10 negara lain yang secara terbuka maupun terselubung telah mengembangkan dan menyimpan senjata nuklir.

Kepemilikan senjata nuklir tetap menjadi isu global paling sensitif.

Negara-negara pemiliknya terus didesak untuk melucuti senjata sesuai dengan Perjanjian NPT.

Sementara negara seperti Iran, meski belum memiliki senjata nuklir, tetap diawasi ketat oleh dunia.

Menurut laporan Federation of American Scientists (FAS) yang diperbarui tahun 2024, berikut adalah daftar negara pemilik senjata nuklir di dunia.

10 Negara Pemilik Nuklir di Dunia

1. Amerika Serikat

AS merupakan negara pertama yang menciptakan dan menggunakan senjata nuklir pada tahun 1945, lewat proyek Manhattan.

Hingga kini, AS masih memiliki salah satu persenjataan nuklir paling besar dan canggih di dunia.

Negara ini memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir, dengan hampir 1.800 siap digunakan.

Amerika juga memiliki tiga platform peluncur utama: rudal darat, kapal selam, dan pesawat.

Baca juga: Berbahaya Dihirup Manusia, Kontaminasi Dampak Serangan Israel ke Kawasan Nuklir Iran

Statusnya sah secara hukum sebagai pemilik senjata nuklir di bawah NPT.

Negara ini adalah anggota resmi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan diakui secara internasional sebagai negara pemilik senjata nuklir.

Hanya ada lima negara yang mendapat status ini dalam NPT: Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.

2. Rusia

Rusia punya ribuan senjata nuklir, ratusan siap pakai, teknologi mutakhir seperti rudal hipersonik dan drone nuklir bawah laut, dan statusnya sah secara hukum internasional sebagai negara nuklir.

Sebagian besar merupakan warisan era Uni Soviet.

3. Tiongkok

Tiongkok saat ini tengah memperluas arsenal nuklirnya secara agresif, termasuk pembangunan silo rudal baru di wilayah gurun Gansu dan Xinjiang.

Negara ini (kemungkinan besar Tiongkok, berdasarkan angka dan proyeksi Pentagon) memiliki sekitar 500 hulu ledak nuklir saat ini, tapi diprediksi akan menjadi kekuatan nuklir utama dengan >1.000 hulu ledak pada 2035.

Mereka juga memiliki kemampuan peluncuran yang beragam—dari darat, laut, dan unit bergerak—yang meningkatkan fleksibilitas dan ancaman strategisnya.

4. Prancis

Sebagai satu-satunya kekuatan nuklir Uni Eropa, Prancis mempertahankan doktrin “dissuasion” atau penangkal minimum strategis.

Prancis memiliki sekitar 290 senjata nuklir dan menggunakan dua jenis platform peluncur utama:

Kapal selam balistik nuklir untuk serangan strategis jarak jauh.

Baca juga: 10 Negara yang Jadi Sekutu Iran dan Sekutu Israel: Teheran Didukung Rusia, Zionis Dapat Bantuan AS

Pesawat tempur Mirage dan Rafale yang telah dimodifikasi untuk membawa senjata nuklir sebagai bagian dari penangkal udara.

Ini memberi Prancis fleksibilitas dalam melakukan serangan nuklir dari udara maupun bawah laut.

5. Inggris

Senjata nuklir Inggris sepenuhnya ditempatkan pada armada kapal selam kelas Vanguard di pangkalan Faslane, Skotlandia.

Inggris memiliki 225 hulu ledak nuklir, sekitar 120 siap digunakan.

Rudal nuklirnya adalah Trident II D5, buatan AS.

Selalu ada satu kapal selam nuklir Inggris yang patroli di lautan, membawa rudal nuklir, sebagai bagian dari strategi penangkal terus-menerus (CASD).

Strategi ini memastikan Inggris tetap punya opsi pembalasan nuklir kapan pun, tanpa diketahui lokasi kapal selam tersebut.

6. India

India mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam dan melakukan uji coba pertama pada 1974 dengan nama "Smiling Buddha".

India punya sekitar 164 senjata nuklir.

Mengikuti kebijakan “No First Use”, artinya hanya akan menggunakan senjata nuklir jika diserang duluan.

Sedang memperkuat nuclear triad, agar bisa meluncurkan nuklir dari darat, udara, dan laut — demi pertahanan strategis dan daya gentar yang berlapis.

7. Pakistan

Pakistan memulai program nuklirnya sebagai respons langsung terhadap India, dan secara terbuka menguji coba pada 1998.

Baca juga: Israel Memanas! Kedubes China Desak Warganya Segera Kabur Lewat Jalur Darat

Pakistan memiliki sekitar 170–190 senjata nuklir.

Rudal Shaheen dan Ghaznavi adalah andalan mereka untuk membawa hulu ledak nuklir.

Strateginya adalah mencegah perang dengan ancaman nyata, bahkan siap menggunakan nuklir lebih dulu jika diperlukan, terutama terhadap India.

Ini adalah postur penangkal yang agresif, bukan sekadar defensif.

8. Korea Utara

Meski keluar dari Perjanjian NPT pada 2003, Korea Utara telah melakukan enam uji coba nuklir sejak 2006.

Korea Utara diperkirakan punya 30–40 senjata nuklir, tapi tidak semuanya siap digunakan.

Ancaman utamanya adalah rudal Hwasong-17, yang bisa menjangkau Amerika Serikat dan membawa senjata nuklir.

Ini menjadikan Korea Utara sebagai ancaman serius dalam geopolitik global, meskipun teknologinya belum setara dengan negara-negara besar lainnya seperti Rusia atau AS.

9. Israel (nuklir tanpa pengakuan resmi)

Israel mempertahankan kebijakan "ambigu nuklir" (nuclear opacity), tidak pernah mengakui atau menyangkal memiliki senjata nuklir.

Israel diperkirakan memiliki 90 senjata nuklir dan bisa meluncurkannya lewat tiga cara utama:

Rudal Jericho, Kapal selam Dolphin, dan Jet tempur F-15/F-35.

Gabungan kemampuan ini memberi Israel fleksibilitas tinggi dan kemampuan bertahan jika terjadi konflik besar.

10. Afrika Selatan (mantan negara nuklir)

Afrika Selatan menjadi satu-satunya negara di dunia yang secara sukarela membongkar semua senjata nuklirnya.

Afrika Selatan pernah punya 6 bom nuklir, tapi dibongkar sepenuhnya antara 1989–1991.

Kini resmi sebagai negara tanpa senjata nuklir dalam kerangka NPT.

Bagaimana dengan Iran?

Meski Iran punya program nuklir sejak 1970-an dan memperkaya uranium di atas batas yang ditetapkan JCPOA (perjanjian nuklir 2015).

Hingga kini belum terbukti memiliki senjata nuklir operasional.

Baca juga: Analisis NYT: Donald Trump Pertimbangkan Mengebom Fasilitas Nuklir Iran dengan Menggunakan Bom AS

Menurut laporan terbaru IAEA (International Atomic Energy Agency) per Juni 2025:

Iran memiliki uranium yang cukup untuk membuat satu bom nuklir dalam hitungan minggu,

Belum ada bukti pembuatan bom atau uji coba.

IAEA juga menyatakan bahwa program nuklir Iran masih diawasi, meski beberapa situs kunci menolak inspeksi.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan