Sabtu, 30 Agustus 2025

Cermin Warisan Dinasti Tang Dikira Modern, Pria Tiongkok Ditegur Pakar: 'Pegang dengan Dua Tangan!'

Pakar juga mengkritik sikap sang pemuda yang dianggap terlalu sembrono dan kurang menghargai benda bersejarah berusia lebih dari 1,000 tahun

Editor: Eko Sutriyanto
Sanook
CERMIN LANGKA - Pemuda yang tidak disebutkan namanya (kanan) membawa sebuah cermin (kiri). Sempat dikira benda modern ternyata yang dibawa adalah artefak berusia ribuan tahun dari masa Dinasti Tang 

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - Seorang pemuda mencuri perhatian publik setelah tindakannya di sebuah program televisi penilaian barang antik berujung mengejutkan. 

Dalam tayangan acara Appraisal of Antiques yang disiarkan televisi China CCTV, pemuda yang tidak disebutkan namanya itu membawa sebuah cermin yang awalnya dikira barang modern.

Namun ternyata adalah artefak berusia ribuan tahun dari masa Dinasti Tang.

Dikutip dari Sanook, kisah bermula saat pemuda tersebut datang dengan percaya diri membawa cermin logam untuk dinilai oleh para pakar. 

Ia mengaku yakin bahwa cermin tersebut bukan barang antik berbeda dengan pendapat gurunya yang mengklaim cermin itu bernilai sejarah tinggi.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya benar. Guru saya bilang ini barang kuno, tapi saya rasa modern,” ujarnya di hadapan pembawa acara.

Baca juga: Lestari Moerdijat Mendorong Pelestarian Situs Purbakala untuk Dukung Proses Pendidikan Berkelanjutan

Namun, saat menyerahkan cermin kepada ahli hanya dengan satu tangan salah satu pakar langsung memotong dengan tegas.

“Pegang dengan dua tangan! Ini bisa jadi benda ribuan tahun. Satu gerakan ceroboh bisa menghancurkannya!” teriak pakar tersebut.

Ketegangan meningkat ketika para ahli mulai memeriksa cermin yang terbuat dari perunggu itu.

Setelah diteliti secara mendalam, ditemukan pola khas Dinasti Tang dan karat kuno yang menandakan usia cermin telah mencapai lebih dari 1.000 tahun.

Cermin tersebut diidentifikasi sebagai Sunflower Dragon Mirror, jenis cermin logam langka yang memiliki ukiran naga dan motif bunga matahari yang halus.

Pakar juga mengkritik sikap sang pemuda yang dianggap terlalu sembrono dan kurang menghargai benda bersejarah.

Menurut mereka, barang antik bukan hanya soal nilai uang, tetapi warisan budaya yang harus dijaga.

Setelah mendengar hasil penilaian, ekspresi pemuda tersebut berubah drastis.

Ia mengaku malu dan menyesali sikap arogannya.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan