Senin, 1 September 2025

Konflik Iran Vs Israel

Hipokrisi Israel: Koar-koar Iran Lakukan Kejahatan Perang Merudal RS, tapi Bombardir RS di Gaza

Sementara Israel koar-koar Iran melakukan kejahatan perang saat Rumah Sakit Soroka terkena rudal, tindakan serupa dilakukan rezim Zionis ke Gaza.

Times of Israel
AKSI BALASAN - Serangan rudal Iran mengenai Rumah Sakit Soroka di Be'er Sheva di Israel Selatan, Kamis, 19 Juni 2025. Sementara Israel koar-koar Iran melakukan kejahatan perang saat rudalnya mengenai Rumah Sakit Soroka, tindakan serupa telah dilakukan rezim Zionis ke Gaza, Palestina. 

WHO mencatat, 28 serangan terhadap layanan kesehatan di Gaza selama pekan ketiga Mei 2025, dan total 697 serangan sejak Oktober 2023.

Dalam data untuk kurun waktu tersebut, hanya 19 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza yang masih beroperasi, termasuk satu rumah sakit yang menyediakan perawatan dasar.

Lumpuhnya fasilitas medis diperburuk dengan langkanya pasokan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga kesehatan, kondisi tidak aman secara terus-menerus, dan lonjakan jumlah korban.

Staf medis yang tersisa terpaksa bekerja di tengah kondisi tersebut.

Dari 19 rumah sakit di Gaza, 12 di antaranya menyediakan berbagai layanan kesehatan, sementara sisanya hanya mampu menyediakan perawatan darurat dasar. 

Setidaknya, 94 persen dari semua rumah sakit di Jalur Gaza rusak atau hancur.

Gaza Utara telah kehilangan hampir semua layanan kesehatan.

Sementara, di Gaza selatan, Kompleks Medis Nasser, Al-Amal, dan Rumah Sakit Al-Aqsa kewalahan oleh lonjakan orang yang terluka.

Per pekan ketiga Mei 2025 lalu, di seluruh Jalur Gaza, hanya tersisa 2000 tempat tidur rumah sakit yang tersedia, untuk populasi lebih dari 2 juta orang, jumlah sangat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan saat ini. 

Sementara itu, menurut map.org.uk, per 9 Mei 2025 lalu, tercatat setidaknya 1.400 petugas kesehatan telah tewas di Gaza dalam serangan militer Israel yang sudah berlangsung selama 19 bulan.

Serangan sistematis ini menunjukkan bahwa Israel sedang melancarkan perang terhadap layanan kesehatan di Gaza yang tidak dapat dibiarkan berlanjut, kata Medical Aid for Palestinians (MAP).

Dokter, perawat, paramedis, dan ahli bedah telah dibom di rumah sakit, terkubur di bawah reruntuhan, atau sengaja menjadi sasaran padahal sudah menggunakan ambulans yang diberi tanda dengan jelas.

Komisi Penyelidikan PBB sudah mengatakan, serangan ini merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pemusnahan.

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan