Konflik Iran Vs Israel
Setelah Serang 3 Situs Nuklir, Trump Ancam Iran soal Target Selanjutnya jika Balas Serangan Amerika
Donald Trump kembali memberi peringatan keras kepada Iran, hanya beberapa jam setelah mengumumkan serangan militer terhadap tiga fasilitas nuklir Iran
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Suci BangunDS
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran, hanya beberapa jam setelah mengumumkan serangan militer terhadap tiga fasilitas nuklir utama di negara tersebut: Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Dalam serangkaian pernyataan resmi dan unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap bentuk balasan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang "jauh lebih besar".
"Setiap balasan oleh Iran terhadap Amerika Serikat akan dihadapi dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang disaksikan malam ini. Terima kasih!" katanya, dikutip dari CNN.
Trump menambahkan, masih banyak target militer strategis Iran yang siap dihancurkan "dalam hitungan menit" jika konflik terus berlanjut.
“Ini tidak bisa terus berlanjut. Akan ada perdamaian atau tragedi bagi Iran, jauh lebih besar daripada yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir. Ingat, masih banyak target yang tersisa," ancamnya, dikutip dari Anadolu Anjansi.
"AS dapat mengejar target-target lain dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan yang menurutnya dapat dilakukan dalam hitungan menit," tambahnya.
Fordow, Natanz, dan Isfahan Jadi Sasaran Utama
Serangan yang dilakukan dengan pesawat pengebom siluman B-2 dan rudal Tomahawk itu, menargetkan tiga fasilitas nuklir vital.
Di antaranya, Fordow, yang terletak di bawah pegunungan dekat Qom, Natanz, pusat pengayaan uranium terbesar di Iran, dan Isfahan, kompleks riset nuklir yang dibangun dengan dukungan China.
Trump mengeklaim, muatan penuh bom dijatuhkan di Fordow, dan fasilitas tersebut “sudah hilang”.
“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran. Muatan penuh BOM dijatuhkan di lokasi utama, Fordow,” tulis Trump.
Ia mengeklaim, tidak ada militer yang dapat melakukan serangan ini.
Baca juga: 3 Sinyal Serangan ke Situs Nuklir Iran, Trump Geser Monster Laut hingga Siapkan Operasi Gurun
“Selamat kepada prajurit Amerika kita yang hebat. Tidak ada militer lain di dunia yang dapat melakukan ini. SEKARANG WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!" tambahnya.
Trump bahkan menggandakan narasinya dengan mengunggah ulang pernyataan di media sosial yang berbunyi: “Fordow Sudah Hilang".
Presiden juga memastikan, semua pesawat militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut kini telah keluar dari wilayah udara Iran dan dalam perjalanan kembali ke pangkalan.
Sementara itu, Trump menyebut, pidatonya nanti malam sebagai “momen bersejarah bagi Amerika Serikat, Israel, dan dunia.”
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.