Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Sejumlah Warga Amerika Khawatir Atas Keterlibatan AS Dalam Konflik Iran-Israel

Kent Berame (32), warga Davie, Florida, mengatakan agak keterlaluan bagi Trump untuk bertindak sewenang-wenang dan menyetujui serangan terhadap Iran

Tribunnews
AMERIKA SERANG IRAN - Grafis AS menyerang situs nuklir di Iran. Sejumlah warga Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatiran mereka usai Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk ikut campur dalam konflik Iran-Israel. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah warga Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatiran mereka usai Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk ikut campur dalam konflik Iran-Israel.

Patty Ellman (61), warga negara AS sekaligus pendukung Trump mengatakan, dia khawatir AS akan terseret ke dalam konflik berkepanjangan lainnya.

Baca juga: Amerika Bantu Israel, Donald Trump dan Pejabat AS Tak Sejalan Soal Perubahan Rezim di Iran

"Kita sudah punya cukup banyak hal yang harus dilakukan di Amerika untuk ikut terlibat dalam perang negara lain. Mari kita urus diri kita sendiri sekarang," kata Ellman, dilansir dari AP, Senin (23/6/2025).

Menurut Ellman, Amerika Serikat memang seharusnya membalas jika diserang, tetapi dalam konteks konflik Iran dengan negara lain, seharusnya AS tak ikut campur.

Baca juga: Trump Serang Iran, Dubes AS Ancam Balasan Mengerikan jika Teheran Melawan Lagi

"Itu urusan mereka. Kita perlu mengkhawatirkan warga Amerika dan bagaimana kita akan bertahan hidup serta apakah kita akan memiliki jaminan sosial," tegas Ellman.

Kent Berame (32), warga Davie, Florida, mengatakan agak keterlaluan bagi Trump untuk bertindak sewenang-wenang dan menyetujui serangan terhadap Iran tanpa dukungan eksplisit dari Kongres. 

Ia mengatakan tidak setuju dengan Amerika Serikat yang mendukung serangan Israel baru-baru ini terhadap Iran.

"Ada kekhawatiran bahwa kami membahayakan pasukan (tentara AS). Dan jelas ada respons balasan terhadap semua pangkalan kami di sana," kata Berame, seorang Demokrat.

Berame mengatakan, meningkatkan permusuhan dengan Iran sangat membuat frustrasi. Pasalnya, hal ini dilakukan hanya beberapa tahun setelah AS mengakhiri perang di Afghanistan.

“Saya tidak ingin melihat tentara AS dalam bahaya atau dalam bahaya,” katanya.

Sementara itu, berbeda dengan Ellman dan Berame, seorang pensiunan veteran Angkatan Udara AS Ken Slabaugh mengatakan, dia 100 persen mendukung keputusan Trump dan personel militer yang melaksanakan serangan terhadap Iran.

Pasalnya, Slabaugh menyebut, Iran telah menunjukkan penolakan terhadap negosiasi mengenai program nuklirnya selama beberapa dekade, hal ini dinilai menjadi sebuah masalah untuk Trump. 

Menurutnya, Iran tidak dapat dipercaya dalam konteks jika negara tersebut memiliki senjata nuklir. Oleh karena itu, katanya, Iran juga tidak diizinkan memperoleh senjata nuklir.

"Itu (serangan AS ke Iran) harus dilakukan," katanya.

Baca juga: Trump Serang Iran, Dubes AS Ancam Balasan Mengerikan jika Teheran Melawan Lagi

Meski demikian, ia pun mengaku merasa khawatir terhadap anggota militer di seluruh dunia setelah serangan tersebut dilancarkan AS.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan