Konflik Iran Vs Israel
Iran Konfirmasi Gencatan Senjata dengan Israel, Bantah Langgar Perjanjian
Iran mengonfirmasi gencatan senjata dengan Israel dan bantah tuduhan Israel soal melanggar perjanjian, namun akan membalas jika Iran diserang lagi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi gencatan senjata dengan Israel, mengakhiri perang selama 12 hari terakhir.
Pernyataan tersebut dikeluarkan atas persetujuan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
“Keputusan nasional untuk memaksakan penghentian perang terhadap musuh Zionis dan pendukungnya yang keji," kata dewan tersebut dalam pernyataannya, Selasa (24/6/2025).
"Angkatan bersenjata Iran menyampaikan respons yang memalukan dan patut dicontoh terhadap kekejaman musuh," katanya.
Dewan tersebut menambahkan bahwa respons Iran terhadap Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), berpuncak pada serangan terhadap pangkalan AS di Al Udeid, Qatar, pada Senin (23/6/2025) malam dan serangan rudal fajar terhadap Israel sebelum gencatan senjata berlaku.
Dewan tersebut menyatakan Iran menanggapi serangan terhadap wilayahnya secara proporsional dan tepat waktu.
“Iran memaksa musuh untuk menyesal dan menerima kekalahan serta penghentian agresi secara sepihak," ujarnya, seperti diberitakan Al Jazeera.
Selain itu, Iran menegaskan mereka tidak sepenuhnya mempercayai musuh dan selalu siap untuk merespons jika terjadi serangan lagi terhadap wilayah Iran.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran, tanpa sedikit pun mempercayai kata-kata musuh dan dengan tangan di pelatuk, siap memberikan respons yang tegas dan mencegah terhadap setiap tindakan pelanggaran oleh musuh," katanya memperingatkan Israel dan AS.
Pada hari yang sama, televisi pemerintah Iran menolak klaim Israel bahwa mereka menembakkan rudal ke Israel setelah menyetujui gencatan senjata, menurut penyiar IRIB dan kantor berita ISNA.
Laporan tersebut muncul saat Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh Iran melanggar gencatan senjata dan memerintahkan "serangan hebat" terhadap Teheran.
Baca juga: Israel Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, IDF Akan Luncurkan Serangan ke Jantung Teheran
Netanyahu dan Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran
Pada hari Selasa, 24 Juni 2025, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata penuh dan menyeluruh antara Israel dan Iran akan berlaku hari ini mulai pukul 4.00 pagi waktu setempat.
"GENCATAN SENJATA SEKARANG BERLAKU. JANGAN MELANGGARNYA! DONALD J. TRUMP, PRESIDEN AMERIKA SERIKAT!," tulisnya di Truth Social, dikutip dari NBC News.
Pernyataan tersebut disusul oleh sekutunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengumumkan Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran.
Sebelumnya, Israel menyerang Iran pada Jumat, 13 Juni 2025, dengan alasan menghentikan program nuklir.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.