Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Rusia Ogah Disebut Tak Berbuat Banyak untuk Dukung Iran, Kutuk Serangan AS dan Israel ke Teheran

Rusia mengatakan mereka telah mengambil posisi yang jelas dengan mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Penulis: Nuryanti
Editor: Suci BangunDS
Kremlin/Sergey Bobylev, TASS
PUTIN BERPIDATO - Foto ini diambil dari Kremlin pada Sabtu (15/3/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam rapat pleno Forum Teknologi Masa Depan di Moskow pada 21 Februari 2025. Rusia mengatakan mereka telah mengambil posisi yang jelas dengan mengutuk serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. 

AS telah diperingatkan oleh Iran sebelumnya, dan tidak ada korban jiwa.

Pesawat tak berawak menyerang pangkalan militer di Irak, termasuk beberapa yang menampung pasukan AS, tentara Irak dan seorang pejabat militer AS mengatakan pada Selasa.

Baca juga: Prabowo Ingin Semua WNI di Iran Segera Dievakuasi

Seorang pejabat senior militer AS, yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang berkomentar secara publik, mengatakan pasukan AS telah menembak jatuh pesawat tak berawak yang menyerang Ain Assad di gurun di Irak barat dan di sebuah pangkalan di sebelah bandara Baghdad, sementara satu pesawat lainnya jatuh.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Irak.

Beberapa milisi Irak yang didukung Iran sebelumnya mengancam akan menyerang pangkalan AS jika AS menyerang Iran.

Di Israel, sebanyak 28 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka dalam perang tersebut.

Serangan Israel terhadap Iran telah menewaskan 974 orang dan melukai 3.458 lainnya, menurut kelompok Aktivis Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Washington.

Kelompok tersebut, yang telah memberikan angka korban terperinci dari kerusuhan Iran, mengatakan dari mereka yang tewas, mereka mengidentifikasi 387 warga sipil dan 268 personel pasukan keamanan.

AS telah mengevakuasi sekitar 250 warga negara Amerika dan anggota keluarga dekat mereka dari Israel melalui penerbangan pemerintah, militer, dan charter yang dimulai selama akhir pekan, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

Ada sekitar 700.000 warga negara Amerika, sebagian besar dari mereka memiliki kewarganegaraan ganda AS-Israel, yang diyakini berada di Israel.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Konflik Iran Vs Israel

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan